• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Totok Heru Subroto)



TENGGARONG (Kutairaya.com) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Kartanegara yang bersumber dari pembayaran pajak penerangan jalan umum, pajak restoran, pajak retribusi dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih terbilang minim.

Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar selaku OPD khusus mengelola pajak dan sektor lainnya, mendorong OPD lain untuk berinovasi menggali potensi PAD dari sektor lain yang diharapkan mampu mendongkrak pendapatan PAD Kukar.

Kepala Bapenda Kukar Totok Heru Subroto mengatakan, untuk Dishub Kukar misalnya saat ini jika dilihat potensi ponton yang mengangkut batu bara yang setiap hari lewat di sungai Mahakam bisa jasa pandu, kemudian masih banyak ponton yang parkir sembarangan harusnya Dishub bisa kelola parkir ponton tersebut dengan mengajukan ke KSOP untuk membuat tempat parkir khusus ponton.

"Sebenarnya banyak potensi PAD untuk parkir ponton ini, saya kalau naik pesawat dari Bandara Samarinda saat take off itu bisa melihat ponton yang ngantri dan parkir sembarangan malah saya pernah hitung ada 30an ponton, seharusnya ponton yang tambat ini bisa kita kelola, dan sekarang ini tambatnya ponton malah liar dan bayarnya kemana-mana dan kedepan ini bisa dikelola, " terangnya.

Totok menambahkan, peluang parkir ponton ini Dishub bisa mengajukan ijin ke KSOP setelah itu ditetapkan kawasan parkir ponton kemudian dibangun.

"Setelah dibangun tempat khusus parkir ponton kemudian ditinjau pelayarannya oleh KSOP, jika layak maka Pemda bisa menunjuk pengelolanya apakah tetap dari Dishub atau lainnya, dan ini sudah pasti legal dan retribusinya dapat masuk ke Kas Pemda untuk menjadi sumber pendapatan baru, "jelasnya. (one)

Pasang Iklan Disini
Top