Perbaikan Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha jadi Prioritas 2018

Perbaikan Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha jadi Prioritas 2018

kondisi jalan sebelimbingankondisi jalan sebelimbingan
Photo: ist


KutaiRaya.com - 29/11/2017 21:41 WITA
Ketua DPRD Salehudin bersama Wakil Ketua DPRD Guntur dan H Rudiansyah belum lama ini meninjau kondisi Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha diwilayah hulu Kukar.

Peninjauan tersebut dilakukan, menyikapi kondisi jalan diwilayah tersebut yang semakin parah.

Sebelum meninjau tersebut Ketua DPRD menggelar rapat koordinasi dengan menghadirkan, Camat Kota Bangun Mawardi, Camat Kenohan Lukman Budiono, serta perwakilan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga unsur muspika dari Kecamatan Tabang, Kenohan, Kembang Janggut dan Kota Bangun. Sementara itu, perusahaan yang hadir dalam acara tersebut yaitu PT Rea Kaltim, PT Agro Bumi Kaltim (ABK) dan PT Manunggal Adi Jaya (MAJ).

Ketua DPRD Kukar Salehuddin mengatakan sebenarnya jalan tersebut sudah dianggarkan dengan format multiyears yang mana ada Rp 212 Miliyar yang dianggarkan. Namun prosesnya tersebut ada mungkin ada seperti administrasi serta kendala keuangan yang di alami pemerintah kabupaten sehingga DPRD sepakat bersama Tina anggaran secepanya mengevaluasi.

"Insyaallah ditahun depan kita menganggarkan untuk mengantisipasi titik-titik yang krusial seperti yang ada seperti ini. Ini sangat luar biasa bahkan kondisi jalan bisa terputus sehingga dalam kesempatan ini juga kami mengantisipasi bagaimana langkah tercepat pemerintah kabupaten serta pihak perusahaan yang kita minta penanggu jawabannya melakukan proses perbaikan." Ujarnya

Selain itu Salehuddin juga menyatakan kekecewaannya kepada pihak Pemkab Kukar yang menurutnya belum mampu menyelenggarakan sejumlah proyek yang berkaitan akses jalan di hulu Kukar. Ia mennyontohkan, proyek perbaikan Jembatan Keliran I dan Jembatan Keliran II di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan yang hingga kini juga belum rampung. Padahal kata dia, anggaran untuk proyek tersebut sudah didukung oleh pihak Badan Anggaran (Banggar) Kukar.

"Karena adanya proyek yang mangkrak dan tidak jelas kelanjutannya seperti itu, akhirnya anggaran yang dikucurkan juga menjadi membengkak. Sedangkan penggunaan dana dari anggaran darurat saat ini juga ada aturannya, Jika dianggarkan terus, maka bisa malah menjadi temuan nanti. Ini yang kami kecewakan," jelasnya pada saat memimpin rapat kordinasi

Bahkan ia juga meminta UPT dinas PU Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Kenohan dan Tabang meminta untuk melakukan perbaikan sementara, bahkan pihak perusahaan bisa ikut membantu proses perbaikan jalan tersebut. Jika dibanding dengan biaya operasional perusahaan jumlah perbaikan jalan di Desa Sebelimbingan, yang mengalami kerusakan parah sekitar 100 hingga 500 meter, menurutnya tidak terlalu besar dan jalan tersebut juga sering dilintasi oleh kendaraan berat perusahaan.

"Kami ingin, satu dua hari ini bisa segera dimulai perbaikannya. Sehingga tidak adalagi kata nanti-nanti. Hari ini kita buatkan kesepakatan agar perbaikan jalan ini menjadi komitmen kita semua. Pihak perusahaan juga kita minta aktif untuk membantu," tambahnya. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved