Bangun Pelabuhan Umum di Muara Badak Senilai Rp58 Miliar

Bangun Pelabuhan Umum di Muara Badak Senilai Rp58 Miliar

Plang papan proyek pembangunan pelabuhan di Muara BadakPlang papan proyek pembangunan pelabuhan di Muara Badak
Photo: ist


KutaiRaya.com - 11/02/2017 12:50 WITA
Kabupaten terkaya di Kalimanan Timur, yakni Kutai Kartanegara tak lama lagi akan memiliki pelabuhan umum di Kecamatan Muara Badak, dengan menelan anggaran sekitar Rp58 miliar.

Berdasar papan plan proyek pembangunan pelabuhan umum di Desa Muara Badak Ilir, proyek pelabuhan tersebut dikerjakan oleh PT SII sementara konsulstan pelaksana PT DCD, dengan waktu pengerjaan 80 hari kerja.

Progres pengerjaan proyek mega besar tersebut belum diketahui sampai mana pelaksanaanya, bahkan saat Kabid (Kepala Bidang) Laut Dinas Perhubungan Kukar Yudi Apidiantara dikonfirmasi di kantornya, Selasa (7/2/2017) pagi terkesan menghindar.

Awalnya salah seorang staf Bidang Laut Dinas Perhubungan mencoba untuk telpon dengan Yudi Apidiantara, dan dibilangkan sedang rapat, namun setelah ditunggu cukup lama ternyata Yudi Apidiantara menurut stafnya sudah keluar kantor.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Muara Ahmad Yani menyatakan proyek tersebut terlaksana pada 2016 lalu, hingga saat ini belum selesai."Sepertinya itu proyek multi years, saat ini kita lihat baru proses pemancangan tiang. Informasi saya peroleh itu selesai pada 2018 mendatang," kata Ahmad Yani.


Ahmad Yani menyatakan kalau jika sudah beroperasi proyek tersebut memiliki dampak besar terhadap kemajuan ekonomi Muara Badak dan umumnya di Kukar, karena dengan adanya pelabuhan maka retribusi akan berjalan untuk menambah PAD, geliat ekonomi masyarakat pun diyakini turut melonjak."Tetapi kalau berbicara urgensi program, sebenarnya masyarakat di Muara Badak lebih berharap dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI), karena sampai sekarang TPI di Muara Badak itu belum ada." Kata Ahmad Yani..

Ahmad Yani merasa ragu, proyek pelabuhan umum Muara Badak akan selesai sesuai dengan target, apalagi dengan kondisi keuangan Kukar seperti ini, mengalami defisit anggaran."Bisa saja nanti akan menjadi salah satu proyek mangkrak di Kukar,"tandas Ahmad Yani. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved