• Minggu, 20 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Kegiatan bakti sosial Lapas Tenggarong dalam rangka menyambut Hari Pemasyarakatan ke-57 tahun)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dalam rangkaian peringatan hari bakti pemasyarakatan ke-57 tahun 2021, Lapas Tenggarong melaksanakan bakti sosial dengan mengunjungi pusat pendidikan dan panti asuhan yang berada di wilayah Tenggarong. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas pemasyarakatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tenggarong, Agus Dwirijanto, Jum'at (16/4/2021).

Kegiatan bakti sosial ini dikemas dalam bentuk pembagian bahan-bahan sembako, yang diserahkan secara langsung oleh Kalapas kepada pimpinan pondok pesantren.

Kegiatan bakti sosial ini di awali dengan mendatangi pondok pesantren Miftahul Ulum yang berada di daerah Mangkurawang, kemudian Kalapas beserta jajarannya bergeser ke pondok pesantren Darul falah dan berakhir di pondok pesantren Al Farisyah Hasyim.

"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam hal ini Lapas Tenggarong terhadap sesama, terutama pada masa pandemi Covid-19 ini, dan juga merupakan rangkaian kegiatan hari bakti pemasyarakatan ke-57," ujar Agus Dwirijanto saat berkunjung ke pesantren Darul Falah.

Sementara itu, Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Tenggarong Ade Hari Setiawan mengatakan, bantuan sembako yang terkumpul ini merupakan berasal dari sumbangan sukarela seluruh petugas Lapas Tenggarong baik dalam bentuk uang maupun barang.

"Terlebih dalam momen Ramadhan ini semoga membawa keberkahan bagi seluruh petugas," ujar Ade Hari Setiawan yang juga mendampingi Kalapas Tenggarong.

Masih dalam rangkaian peringatan hari bakti pemasyarakatan ke-57 tahun 2021, sehari sebelumnya Kamis (15/4/2021) kemarin Lapas Tenggarong juga melaksanakan kegiatan berupa membeli produk napi.

Khusus Lapas Tenggarong yang mempunyai ciri khas pada bidang mebelaur juga tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen ini yang bertujuan selain mengenalkan produk napi dan meningkatkan PNBP, juga menunjukkan kepada khalayak bahwa di Lapas Tenggarong terdapat kegiatan pembinaan kemandirian.

Kasi Giatja Lapas Tenggarong Jumari Suwandoko menambahkan, hal ini juga sejalan dengan program dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menciptakan Lapas industri, dan kegiatan ini selain untuk mengenalkan produk napi juga sebagai sarana meningkatkan PNBP melalui program pembinaan kemandirian.

Sementara itu, menurut Kepala sub seksi bimbingan kerja dan pengelolaan hasil kerja, Lapas Tenggarong Zairin Zain, tahun ini Lapas Tenggarong mendapatkan kepercayaan kembali untuk menyelenggarakan pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket kegiatan yang juga menggandeng pihak ketiga seperti LPK-LPK yang ada di Tenggarong.

"Untuk tahun ini Lapas Tenggarong mendapat 10 paket kegiatan pelatihan, dimana tahun sebelumnya juga mendapat program pelatihan sebanyak 22 paket, penurunan jumlah paket ini dikarenakan adanya refocusing anggaran pada kementerian guna penanganan Covid 19," imbuh Zairin Zain, saat menyerahkan langsung pembelian kursi di Samarinda.

Pada kesempatan lain Eko Prabowo selaku Staf Giatja menyampaikan, bahwa tahun ini bengkel kerja Lapas Tenggarong akan coba memfokuskan pada kegiatan konveksi, pastri/bakery dan barista.

"Dan kedepannya bengker Lapas Tenggarong coba akan mematangkan usaha promosi hasil pembinaan ini melalui program HaNa (Hasil Narapidana)," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top