Rita jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88

Rita jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88

apel peringatan sumpah pemudaapel peringatan sumpah pemuda
Photo: ist


KutaiRaya.com - 28/10/2016 22:43 WITA
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 88 Tahun 2016 di Kutai Kartanegara, Jumat (28/10) yang sedianya dihelat dilapangan halaman Kantor Bupati Kukar, harus dipindah kedalam gedung, di lantai dasar Kantor Bupati Kukar, karena cuaca hujan.

Pada upacara itu Bupati Rita Widyasari jadi inspektur, sementara selaku komandan upacara Tohari MK dari KNPI Kutai Kartanegara, dalam upacara itu dihadiri Sekda H Marli, Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong, Ketua KNPI Kukar, para kepala dinas, dan peserta upacara dari mahasiswa, pelajara, organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.

Rita Widyasari yang membaca sambutan Kemenpora menyatakan bahwa, Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.

Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014)

Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, yang menyebut bahwa "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia} maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia.

"Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia."katanya.

Dalam upacara tersebut juga dirangkai penyerahan bantuan kepada 5 siswa disabilitas Tenggarong yang memiliki keterampilan khusus, serta satu orang penggiat penghijauan warga dari Kelurahan Bukit Biru. Bantuan dari KNPI Kukar itu langsung diserahkan oleh Bupati Rita Widyasari. (boy)


Bupati Kukar foto bersama usai menyerahkan santunan ke siswa penyandang disabilitas
Photo: ist

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved