• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Suprapto

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki banyak lahan eks tambang yang belum dimanfaatkan. Untuk itu Pemerintah Desa Bangun Rejo ingin membangun Embung irigasi pertanian yang juga dapat menjadi Objek Pariwisata.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Bangun Rejo Suprapto kepada media beberapa waktu lalu.

Suprapto mengatakan lahan pasca tambang itu harus bermanfaat, jangan hanya digali dan kemudian menjadi lahan yang tidak punya fungsi atau menjadi lahan yang tandus.

"Nah dengan adanya lahan tersebut, saya ingin ada lahan 55 hektar untuk embung penampungan air dan embung itu akan saya jadikan 3in1, salah satunya penggunaanya untuk wisata dan wisata itu bisa dikelola BUMDes." ujarnya.

Kemudian, lanjutnya untuk embung penampungan air irigasi ini digunakan apabila petani menghadapi musim kemarau, dan juga bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan air tawar.

"Jadi apa yang kita konsep bisa digunakan untuk ribuan kelayakan hidup orang banyak, kenapa tidak kita progres dan kita rancang sedemikian rupa. Kita buktikan bahwa kita bisa jangan di jawa yang bisa, kita juga bisa." terangnya.

Disebutkan Suprapto untuk lokasinya sudah ada ditentukan yaitu di Desa Bangun Rejo L3 Blok D1, Blok D2, dan Blok D3 dengan luas lahan sekitar 55 hektar. Dan dirinya berharap wilayah tersebut juga bisa menjadi objek wisata bekerjasama dengan pihak perusahaan dan pemerintah.

"Sementara untuk embung ini agar bisa langsung ke sawah, kita bentuk beberapa kanal air bagaimana masyarakat bisa memelihara ikan lele, mungkin bisa budidaya ikan arwana karena air kita layak." terangnya.

"Konsep pembuatan embung ini sudah saya sampaikan ke Bupati dan didukung, apalagi arahnya ke pertanian. Jadi konsep saya ini sudah betul-betul akan saya buktikan." tutupnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top