• Jum'at, 27 Mei 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Produk Gula Aren diharapkan menjadi produk unggulan Desa Tuana Tuha Kecamatan Kenohan.

Untuk itu Bupati Kukar menggelar audiensi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) gula aren "Kampung Belayan" dan Dinas Perkebunan Kaltim dalam rangka dukungan proses sertifikasi Indikasi Geografis Gula Aren dan pengembangan MPIG gula aren Kampung Belayan, di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Kukar, Rabu (5/1/2021).

"Saya pesan kepada Kades Tuana Tuha produk ini agar menjadi produk unggulan Desa Tuana Tuha, jadi kita harap tidak hanya sebatas budidaya dan pengelolaan dari gula aren saja, tapi juga kearifan lokal dipertahankan, bagaimana cara membudidayakan aren dengan tradisional Kutai dengan mengolahnya, " ungkap Edi Damansyah.

Dalam pertemuan tadi, Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku, sesuai yang saya perintahkan ke Dinas Perkebunan Kukar untuk urusi kebun rakyat, jadi kita fokus untuk memfasilitasi perkebunan rakyat salah satunya gula aren.

"harapannya produk gula aren ini harus dengan pola pengembangan budidaya dengan baik, diolah dengan baik, dan pasarnya nanti kita fasilitasi, " katanya.

Ia mengungkapkan, Dinas Perkebunan provinsi juga sudah melakukan fasilitasi saat ini seperti pasarnya, media promosi dan sebagainya sudah difasilitasi, tapi memang kedepan harapannya ada rumah produksi disana.

"kita juga sudah sepakat dengan Dinas Perkebunan Kaltim jadi sistem budidaya akan diperbaiki, bagaimana nanti kelompok taninya dan lembaganya dan SDM di perkuat, kemudian nanti persiapan hilirisasi seperti rumah produksi kita fasilitasi. Jadi kedepan masyarakat bisa berkunjung ke Desa Tuana Tuha nanti melihat proses pembuatan Gula Aren, " harapnya.

Terkait hadirnya Kakanwil Kemenkumham Kaltim, Bupati Kukar Edi Damansyah menambahkan, bahwa pertemuan dengan Kakanwil Kemenkumham Kaltim yakni rangkaian proses untuk mendapatkan indeks geografis pengembangan Gula Aren di Desa Tuana Tuha, disana luasnya kurang lebih 30 hektare, jadi eksisting ini sudah dibudidayakan oleh masyarakat setempat sampai pada pengolahannya.

"Indeks geografis ini bagian dari salah satu kelengkapan dari aspek budidayanya dan aspek hilirnya untuk pemasarannya, karena Gula Aren ini banyak turunannya seperti Gula semut dan lainnya, dan ini bisa dipasarkan ke pasar modern dan perhotelan, bahkan mau di ekspor keluar. Untuk memproses sertifikasi ini dari Kemenkumham, maka kita juga undang Kakanwil Kemenkumham Kaltim, dia menjelaskan persyaratannya, " tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim Sofyan, dengan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad, fakultas Pertanian Unmul, Kepala Dinas Perkebunan Kukar, Camat Kenohan, dan Kades Tuana Tuha Tomy. (One) (One)

Pasang Iklan
Top