• Kamis, 26 Mei 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin saat meninjau proyek pembangunan SMPN 1 Sangasanga)


KUKAR (KutaiRaya.com) - Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin kecewa progres dari proyek pembangunan SMPN 1 Sangasanga masih banyak yang minus hingga 27 persen.

Melihat hal itu, ia pun langsung melakukan komunikasi dengan konsultan, pengawas dan penyedia jasa agar segera merampungkan kegiatan tersebut. Karena dia menginginkan pada tahun 2021 hingga seterusnya, tidak ada lagi proyek yang mangkrak di Kukar.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, setelah meninjau langsung proyek pembangunan tersebut pertengahan Oktober. Dimana, dalam kunjungan tersebut sebagai bentuk pengawasan dari pemerintah terhadap proyek pembangunan di Kukar. Mengingat proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Saya kecewa dengan progres pembangunan tersebut karena sangat tidak baik bagi pembangunan yang ada di Kukar," ungkapnya.

Ia mengatakan, pembangunan ini sudah dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar, terlebih lagi ini merupakan janji kampanye dirinya terkait kebutuhan dasar. Termasuk di dalamnya soal pendidikan dan kesehatan.

"Dimana kebutuhan dasar salah satunya pendidikan ini sudah menjadi kewajiban penuh bagi kepala daerah untuk memastikan semua progres pembangunan berjalan dengan baik dan tepat waktu. Saya tidak mau kegiatan tersebut menjadi mangkrak. Karena mangkraknya suatu proyek akan mengganggu keuangan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kukar (APBD) Kukar. Apa lagi proyek tersebut merupakan prioritas utama dan sangat penting bagi masyarakat," terangnya.

Oleh sebab itu lanjut Rendi, Pemkab Kukar akan memberikan sanksi berupa blacklist (daftar hitam) kepada kontraktor yang tidak menepati waktu dalam menyelesaikan proyek tersebut.

"Saya juga meminta partisipasi seluruh masyarakat untuk ikut mengontrol dan melaporkan apabila ada proyek yang mangkrak," tuturnya.

Ia menambahkan, ruang kelas baru pada bangunan tersebut tentu sudah ditunggu-tunggu oleh siswa/siswi yang akan memulai kembali bersekolah tatap muka.

"Oleh sebab itu saya memastikan pengerjaan di SMPN 1 Sangasanga bisa selesai dengan tepat waktu. Kami terus mengawasi dan kami terus dorong agar masyarakat kita bisa menikmati pembangunan yang ada," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top