• Selasa, 07 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Meubel Saputra.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Ditengah kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini tidak menyurutkan usaha Meubel Saputra milik Yusuf.

Meubel Saputra yang beralamatkan di Jalan Awang Long Kelurahan Sukarame Tenggarong melayani pembuatan dan perbaikan kursi sofa, jati, kayu dan lainnya.

Yusuf yang awalnya bekerja sebagai tukang di molding pembuatan pintu, membuka usaha sendiri, karena umur dan tenaganya sudah tidak muda lagi ia bertekad untuk merubah nasibnya untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarga. Usaha tersebut baru dilakoninya Januari 2020 lalu.

"Dalam menjalani usaha ini pasti ada suka dukanya apalagi saya baru merintis usaha ini. Saya masih terkendala tempat, karena tempat ini saya masih mengontrak," kata Yusuf kepada media ini Sabtu (16/10/2021).

"Alhamdulillah saat ini usaha saya mulai ada peningkatan. Ada aja pelanggannya untuk memperbaiki ke meubelnya. Ada 2 - 3 kursi yang diperbaiki dalam satu minggu," ujarnya.

Untuk produksi kursi sofa, Yusuf dibantu satu karyawan dalam pengerjaannya. Tidak banyak yang dibuat dalam satu minggu hanya beberapa sampel saja, karena takut nanti tidak sesuai dengan selera pembeli. Sehingga produksi pada saat ada pesanan saja.

Bahan-bahan pembuatan kursi tersebut didatangkan dari Samarinda seperti, kain, busa, benang dan untuk kayu di datangkan dari Sebulu.

Selain memproduksi kursi sofa ada juga perbaikan kursi jati, kursi kayu dan kursi kantor, ia lebih banyak menerima pesanan perbaikan kursi sofa dibandingkan memesan produknya.

Bagi yang mau memperbaiki kursi Yusuf siap mengambil ke rumah dengan ongkir menyesuaikan dengan jaraknya dari Rp 80 ribu sampai Rp 150 ribu. Sementara untuk harga satu set kursi sofa bervariasi mulai dari Rp1,3 juta sampai Rp 3 juta tergantung ukuran.

Sementara untuk perbaikan 1 set kursi sofa ia matok harga mulai dari Rp 1,7 juta sampai Rp 4 juta tergantung model dan juga besar kecilnya kursi. Untuk kualitas dijamin bagus dan rapi.

Dari hasil usahanya Yusuf mendapatkan omset 3-4 juta per bulan.

"Harapannya semoga pandemi ini segera berakhir dan usaha meubel ini semakin berkembang," tutup Yusuf. (*dri)

Pasang Iklan
Top