• Selasa, 07 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sesuai arahan Gubernur Kaltim, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah di Kaltim belum bisa dilaksanakan hingga kini. Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, belum semuanya siswa-siswi di Kaltim mendapatkan vaksin Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Anwar Sanusi, berdasarkan informasi, siswa-siswi yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19, baru 26 ribu orang. Padahal, totalnya sekitar 150 ribu orang. Karenanya, Pak Gubernur masih belum memberikan izin untuk pelaksanaan PTM terbatas di Kaltim.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin S.Sos, S.Fil mengatakan, apa yang menjadi pertimbangan Gubernur Kaltim bisa masuk akal kenapa memang hingga saat ini belum memberikan lampu hijau terhadap pembelajaran tatap muka terbatas di Kaltim.

"Memang kebijakan tingkat kota atau provinsi ada di kepala daerah, dan sampai saat ini belum ada sinyal dari Pak Gubernur terkait proses persetujuan dilaksanakannya PTM terbatas," kata Salehuddin

Namun, menurut Politisi Golkar ini, selama protokol kesehatan dijalankan dengan baik, sarana prasarana sekolahnya sudah baik, serta vaksinasi tenaga pengajar sudah tercover di atas 75 persen, maka memungkinkan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

"Dari SKB 4 Menteri ada beberapa ketentuan yang mengatur, artinya dengan kondisi-kondisi level PPKM tertentu kemudian beberapa kriteria termasuk zonasi, misalnya hijau kemudian tidak memungkinkan melaksanakan pembelajaran melalui daring, maka ini saya pikir memungkinkan untuk dilaksanakan PTM terbatas, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan juga ijin dari orang tua murid termasuk juga dari Kepala Daerah," terang Saleh sapaan akrabnya.

Ia mengaku, jika bicara bisa tidaknya pelaksanaan PTM terbatas di Kabupaten Kota di Kaltim yang saat ini masuk dalam PPKM level dua, saya pikir ada beberapa sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas, tapi selama kriteria berkaitan dengan proses pelaksanaan PTM terbatas itu terpenuhi, menurut saya silahkan saja, bahkan bukan hanya ditingkat SMA tetapi di SMP juga sudah mulai melakukan hal yang sama.

"Jika sekolah tersebut masuk zona hijau dan telah melakukan kaidah yang ketat untuk protokol kesehatan dan Guru tenaga pengajar serta siswanya telah di vaksin, itu sebenarnya sudah bisa berjalan dengan PTM terbatas, dengan artian jumlah siswanya dibatasi setiap kelas hanya 50 persen dari kapasitas, kemudian jam belajarnya dibatasi dan dilakukan sistem bergantian. Karena PTM terbatas ini juga bisa mengusir kejenuhan siswa yang selama ini belajar melalui virtual," paparnya.

Ia menambahkan, walaupun saat ini belum mendapatkan izin PTM dari Gubernur Kaltim diharapkan sekolah mempersiapkannya, sehingga setelah ada izin maka siap melaksanakannya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Sekolah diharuskan memenuhi ketentuan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sesuai SKB empat Menteri dan Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan warga sekolah," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top