• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Bupati Edi Damansyah.

TENGGARONG,(KutaiRaya.com) Bupati Kukar Edi Damansyah meresmikan Aplikasi SiManDAU AKSi dan Akurasi MAPAN (Aplikasi Sistem Managemen Duta Mutu, Budaya Keselamatan, dan Managemen Risiko Terintergrasi dan Penguatan Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan) RSUD AM Parikesit, di Ruang Matahari, Gedung Merak, Lanti 3 RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang Rabu (13/10/2021).

Lounching tersebut turut hadir Sekda Kukar Sunggono, Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar Sukoco, Kepala Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah Bappeda Wiyono.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengatakan bahwa hari ini telah launching aplikasi Si ManDau AKSi dan AKURASI MAPAN, jadi aplikasi ini untuk meningkatkan manajemen keuangan dan manajemen resiko.

"Saya menyampaikan penghargaan terima kasih, yang membanggakan saya bahwa aplikasi ini salah satu aksi perubahan pejabat administrator di RSUD AM Parikesit yang mengikuti diklat tim tiga SI HABSI," kata Edi.

Setelah di cermati dan didiskusikan aplikasi ini sangat cocok di implementasikan dalam rangka perbaikan tata kelola manajemen resiko di Rumah Sakit AM Parikesit.

Dia berharap semoga aplikasi ini nanti bisa dijalankan dengan baik, jika nanti telah dilaksanakan di rumah sakit AM Parikesit digunakan dengan baik ruang lingkupnya bisa digunakan lebih besar.

"Tidak menutup kemungkinan kita akan adopsi kedalam manajemen keuangan Kabupaten Kutai Kartanegara," ujarnya.

Jika bicara keuangan di Pemerintah Kabupaten itu BPKAD sentralnya, walaupun di manajemen keuangan itu ada pendapatan, belanja, penanggungjawaban.
Jadi kalau sistem tersebut sudah interkoneksi ini nanti pendapatan, perencanaan belanja lebih bagus. Tapi dari pemaparan dan videonya, juga tersambung dengan manajemen resiko itu yang pengendalian internal SPIP, yang menjadi tugas leading sektor di inspektorat.

Sebut Edi, program Ini kan belum berjalan secara keseluruhan di Kukar," ini juga terus saya arahkan ke inspektur supaya sistem internalnya bisa berjalan. Selama ini kan dilakukan secara manual, sehingga sistem ini bisa membantu," terangnya.

Aplikasi tersebut sangat mungkin untuk di terapkan di beberapa OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. (*dri)

Pasang Iklan
Top