• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG,(KutaiRaya.com)- Pandemi Covid-19 yang melanda memberikan dampak besar terhadap tatanan ekonomi masyarakat. Tak sedikit pelaku pelaku usaha masyarakat harus gulung tikar akibat pandemi Covid, namun ada juga yang mampu bertahan, seperti pelaku usaha peternakan bebek di kota Tenggarong, tepatnya dikawasan Jalan Gunung Sentul Tenggarong Kutai Kartanegara.

Ditemui media ini, Agung peternak bebek di Jalan Gunung Sentul merasa bersyukur usaha peternakan bertahan.

Agung mengaku menggeluti usaha ini sudah 3 tahun. Awalnya hobi melihara ternak, hanya dengan bermodalkan bebek sebanyak 50 ekor yang dibelinya dari Banjarmasin, sementara lahan yang dipinjami dari saudaranya.

Meski usaha itu baru ia geluti tiga tahun lalu, namun ada suka dan duka yang ia rasakan. Ia mengaku, kendala yang ada mampu teratasi sehingga peternakannya tetap mampu bertahan.

Dari 50 ekor bebek awalnya, sekarang sudah menjadi ratusan ekor k, selain bebek pedaging ada juga bebek petelur yang dipeliharanya.

Sementara untuk pemasarannya tidak sulit, ada saja pembeli yang mengambil sendiri ke tempat ternaknya. Penghasilan per hari dari penjualan telur bebek yang terjual ada 5 piring, dan untuk bebek pedaging 50 ekor.

Mengenai harga Agung mematok harga sesuai harga dipasaran, untuk telur bebek sendiri Rp. 2.500 per butir, sedangkan bebek pedagang per 1 kg Rp. 40.000.

"Penghasilan dalam sehari mecapi 2 juta."ujarnya.

Untuk pakan yang digunakan dalam ternak bebek, yaitu menggunakan pakan campuran dedak, konsentrat, dan pakan tambahan seperti kepala ikan layang serta udang.

"Kalau untuk mencegah adanya penyakit kita selalu memperhatikan kebersihan, kelembaban kandang begitu juga untuk pakan disesuaikan."ucapnya.

Meski belum terlalu besar, namun usaha yang ia geluti mampu menopang ekonomi keluargnya. Ia pun berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk membantu pengembangan usahanya. (*dri)

Pasang Iklan
Top