• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Presiden Jokowi saat meresmikan Tol Balsam)

BALIKPAPAN (KutaiRaya) Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda sepanjang 97,27 kilometer diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa, 24 Agustus 2021, bertempat di Gerbang Tol Manggar.

Peresmian dilakukan setelah rampungnya pembangunan seksi 1 ruas Balikpapan (Km 13)-Samboja sepanjang 22,03 Km dan seksi 5 ruas Sepinggan-Balikpapan (Km 13) sepanjang 11,09 Km atau total 33,12 Km. Sekaligus melengkapi tiga seksi yang telah beroperasi sejak Desember 2019, yakni seksi 2 ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 Km), seksi 3 ruas Muara Jawa-Palaran (17,30 Km) dan seksi 4 ruas Palaran-Samarinda (16,59 Km).

Dalam peresmian tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kaltim Isran Noor dan Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda Jinto Sirait.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa peresmian jalan tol Balikpapan-Samarinda seksi 1 dan 5 ini merupakan momen bersejarah, karena merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Sehingga harus disyukuri karena seperti yang diharapkan pemerintah dan masyarakat pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di pulau Jawa saja, tetapi di pulau-pulau lainnya di Indonesia.

"Alhamdulillah, telah selesai jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 97,3 kilometer telah tuntas di kerjakan. Kita harapkan akan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan perbaikan jaringan logistik akan lebih baik, lebih efisien dan lebih cepat sehingga meningkatkan daya saing, utamanya komoditas yang diproduksi di kaltim. Sehingga akses semakin lancar dan menurunkan biaya logistik. Tentu saja produk-produk ekspor Kaltim akan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga menjadikan perekonomian di Kaltim semakin efisien dan kompetitif," ujar Jokowi.

Gubernur Isran Noor menjelaskan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda dimulai sejak 2010 yang dimulai oleh Pemprov Kaltim, kemudian diambil alih pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunannya. Total aset daerah yang dihibahkan Pemprov Kaltim kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR Rp3,1 triliun lebih.

"Dengan beroperasi penuhnya jalan tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan memnberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat Kaltim, dalam memperlancar konektivitas, memajukan perekonomian dan mobilitas orang, barang dan jasa, sekaligus menunjang pembangunan ibu kota negara baru di Sepaku, Penajam Paser Utara. Kita juga meminta dukungan Bapak Presiden untuk pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang sepanjang 95 kilometer yang telah masuk dalam proyek strategis nasional sejak 2020 lalu," jelas Isran. (kr4/hms)

Pasang Iklan
Top