• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Proses pengemasan Pisang Rimpi siap untuk dipasarkan)


KUKAR (KutaiRaya.com) - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi, meskipun dalam kondisi pandemi saat ini, namun salah satu pelaku UMKM di Kukar ini tetap bertahan dan bahkan masih eksis melayani pelanggannya.

Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Pak Selamet, warga Desa Teluk Muda Kecamatan Kenohan yang menekuni usaha jajanan Pisang Rimpi.

Selamet sudah bertahun-tahun menekuni usaha Pisang Rimpi, sehari-harinya ia menjajakan jualannya tersebut di warung depan rumahnya di RT 5 Desa Teluk Muda, tepatnya di jalan poros Kota Bangun - Tabang, dengan harga satu bungkusnya ukuran 500 gram Rp 20.000,-.

Namun ditengah pandemi saat ini Selamet mengaku, dirinya tetap eksis berjualan Pisang Rimpi yang merupakan jajanan khas Desa Teluk Muda sejak tahun 1970, meskipun pendapatan tidak sama pada saat sebelum pandemi.

"Selama pandemi Alhamdulillah untuk produksi pisang Rimpi terus kita lakukan, dan pembelinya juga lumayan tetapi beda dengan sebelum pandemi, meskipun pendapatan turun dari sebelum pandemi tetapi kami tetap eksis berjualan pisang Rimpi ini," ungkap Selamet.

Jika hanya mengandalkan berjualan di warung saja lanjutnya, maka pembeli pasti berkurang, untuk menyiasati itu saya juga menerima pesanan dari reseller yang berada di Kota Bangun maupun Tenggarong.

"Selama pandemi memang pembeli di warung kami menurun mungkin karena pengaruh PPKM, tetapi untuk pesanan dari luar seperti dari Kota Bangun dan Tenggarong tetap seperti biasa, paling lama mereka pesan setiap seminggu sekali antara 40 sampai 50 bungkus ukuran 500 gram, karena mereka juga berjualan melalui online jadi lakunya juga cepat," tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun ditengah pandemi pelaku UMKM juga harus bisa berbagai cara dalam hal pemasaran, agar usaha tetap berjalan. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top