• Selasa, 07 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(16 anggota Paskibraka Kukar saat menjalani latihan di halaman Kantor Bupati Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - 16 Siswa terpilih yang tergabung dalam Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Kartanegara, saat ini tengah menjalani pemusatan latihan pengibaran dan penurunan bendera merah putih di halaman Kantor Bupati Kukar.

Ditemui disela-sela pemusatan latihan Paskibraka, Kasi Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Dispora Kukar Abdul Kadir menjelaskan, untuk tahapan awal seleksi Paskibraka ini sebanyak 35 siswa yang mewakili 18 Kecamatan pada Mei 2021 lalu, namun karena tahun ini kita masih dalam pandemi Covid-19 maka kami pilih 16 orang untuk mengikuti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat).

"Untuk syarat selama seleksi, seperti siswa berbadan sehat, kemudian tinggi badan untuk putra minimal 168 cm dan putri 162 cm, setiap sekolah mengusulkan maksimal 6 siswanya untuk mengikuti seleksi, untuk sekolah di Tenggarong pelaksanaan seleksi di kantor Dispora Kukar, sedangkan di Kecamatan kita yang datang untuk seleksi di kantor camat. Dan untuk 19 siswa yang belum terpilih tahun ini akan kita prioritaskan langsung untuk kita panggil mengikuti Pusdiklat tahun depan tanpa melalui seleksi," terang Abdul Kadir kepada KutaiRaya.com, Selasa (10/8/2021)

Pria yang juga menjabat Plt Kabid Pemberdayaan Pengembangan Pemuda Dispora Kukar ini mengatakan, dari 16 siswa terpilih sebagai anggota Paskibraka ini kita bagi menjadi dua, jadi 8 anggota Paskibraka akan bertugas dalam upacara pengibaran bendera merah putih, dan 8 lainnya bertugas dalam upacara penurunan bendera merah putih pada sorenya.

"Untuk formasi pengibaran dan penurunan bendera merah putih tahun ini sebenarnya sesuai surat dari Kemenpora maupun dari Sesneg pusat itu dibolehkan formasi 8, 17 dan 45, tetapi ini diserahkan lagi ke daerah dalam menyikapinya menyesuaikan kondisi daerah ditengah pandemi. Dan untuk tahun ini kita mengambil kebijakan dari pimpinan maksimal 16 orang Paskibraka, yang terbagi untuk 8 formasi," jelasnya.

Ia mengaku, formasi Paskibraka tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, jika tahun lalu hanya formasi 3 maka tahun ini kita gunakan formasi 8 yang diapit 4 personil TNI sebagai pasukan pengawal.

Ia menambahkan, untuk 16 siswa anggota Paskibraka ini mulai masuk Pusdiklat sejak 6 Agustus 2021 lalu, dan selama Pusdiklat mereka ditempatkan di ruangan area dalam Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang dan selama Pusdiklat kita juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana kita hanya diperbolehkan satu ruangan itu kapasitasnya 25 persen dari luas ruangan.

"Untuk pelatih pengibaran dan penurunan bendera merah putih ini terbagi dari tiga instansi, dua orang dari unsur TNI, dua orang dari unsur Polri dan dua orang dari unsur PPI," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top