• Kamis, 23 September 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji)


KUKAR (KutaiRaya.com) - Kegiatan Reses masa sidang II untuk menjaring aspirasi konstituennya juga dilakukan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, di daerah pemilihannya Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.

Politisi Gerindra ini mengaku, ada beberapa hal yang penting berkaitan dengan Covid saat menemui warga. Ada sejumlah warga yang mengharapkan bantuan di masa Pandemi ini terutama warga yang terpapar Covid-19.

"Seperti bantuan sembako, yang diharapkan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bantuan ini diharapkan oleh warga di Handil karena bantuan dari kabupaten/kota tidak banyak sehingga sangat terbatas," ucap Seno.

Ia menambahkan, saat Reses di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, warga disana mengharapkan bantuan dibidang pertanian. Di desa tersebut terdapat lahan sekitar 2.000 hektar yang membutuhkan pengairan memadai.

"Sementara itu terdapat bendungan milik Pemprov Kaltim yang mangkrak, maka diharapkan ada perbaikan embung tersebut sehingga dengan perbaikan harapannya bisa digunakan masyarakat untuk aktivitas pertanian," ungkapnya.

Lebih lanjut, aspirasi lain yang ia dapat selama reses masih sama seperti reses pada umumnya, yaitu jika berbicara masalah infrastruktur warga mengapresiasi berbagai pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah Provinsi Kaltim seperti jalan yang telah dilaksanakan serta dalam proses pelaksanaan.

"Perbaikan jalan sudah mereka terima, dan tahun ini pun ada sejumlah perbaikan jalan yang akan dilakukan. Artinya persoalan jalan sudah diapresiasi oleh warga, hanya untuk bibit, pupuk dan peralatan Alsintan (alat dan mesin pertanian) itu yang mereka perlukan saat ini," tuturnya.

Masih terkait hasil Reses, Seno juga menerangkan, bahwa warga khususnya anak-anak sekolah lulusan SMP di Kelurahan Jahab dan Desa Bangun Rejo kesulitan dalam melanjutkan sekolah karena tidak tersedianya sekolah SMA negeri di wilayah mereka.

"Wilayah ini posisinya diarah utara Tenggarong, siswa lulusan SMP kesulitan melanjutkan ke Jenjang SMA karena tidak adanya sekolah negeri di daerah mereka. Padahal ada tiga SMP di daerah tersebut, kalaupun mendaftar di zonasi lain juga banyak yang tidak diterima karena persoalan zonasi," tambahnya.

Seno mengaku, prihatin karena mereka saat ini kebingungan untuk melanjutkan sekolah. Sementara jika melanjutkan ke sekolah swasta tentu tidak semua warga mampu karena keterbatasan kemampuan ekonomi.

"Sehingga saya berharap pemerintah bisa menindaklanjuti persoalan ini agar jangan sampai ada anak-anak yang putus sekolah," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top