• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kepala Bidang Kewirausahaan dan Kepramukaan Dispora Kukar Aji Ali Husni)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) yang didirikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar tahun ini tidak melaksanakan kegiatan kepelatihan secara langsung.

Selain karena masih dalam masa pandemi tidak dianjurkan untuk bertatap muka langsung, tetapi juga karena penganggaran kegiatan pelatihan kosong.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kewirausahaan dan Kepramukaan Dispora Kukar Aji Ali Husni, saat dihubungi KutaiRaya.com baru-baru ini.

"Dari segi penganggaran tahun ini kosong, dan kita juga tidak boleh bertemu bertatap muka langsung di tengah pandemi saat ini, jadi sementara ini kawan-kawan para wirausaha ini langsung kita fasilitasi menghubungkan tenaga ahli yang selama ini membantu jika ada persoalan dan ingin berkonsultasi, baik melalui telepon atau lewat WA, karena kami juga ada grub para wirausaha dengan tenaga ahli," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini meskipun kita fasilitasi menghubungkan langsung ke tenaga ahli, tetapi pembinaan kepada para wirausaha ini tetap jalan. Karena kami takut jika melaksanakan pelatihan tatap muka dapat beresiko terkait penularan Covid-19.

"Jadi untuk tahun ini kita sifatnya hanya memfasilitasi untuk para wirausaha ini," tuturnya.

Bahkan lanjutnya, ketika ada lomba di Provinsi kita juga memfasilitasi, seperti berkoordinasi dan komunikasi dari kami kepada peserta anggota Klinik WPM, karena pendaftarannya secara online, kemudian kami membuatkan pengantar, artinya kami mengurangi tatap muka.

"Sejauh ini wirausaha di Kukar yang terdaftar di Klinik WPM ini mencapai 900 lebih, dan tentunya dengan Klinik ini untuk menciptakan wirausaha handal," tambahnya.

Untuk diketahui, Klinik WPM menjadi sarana bagi para wirausaha yang ingin berkonsultasi terkait usaha yang digeluti. Klinik ini sudah menyiapkan dua orang tenaga ahli dari Yayasan El Rahma di Lembaga Pendidikan Kursus (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda.

Dua tenaga ahli ini bisa membantu dan memberikan solusi bagi pengembangan usaha. Juga bagi mereka yang hendak memulai usaha atau mencari hal-hal yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top