• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Fraksi NHP Nasdem Perindo saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Penjelasan Pemkab Kukar atas Raperda Pertanggungjawaban pelaksanaan ApBD Kukar tahun 2020 pada Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang III DPRD Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Fraksi-Fraksi di DPRD Kukar telah menyoroti dan memberikan pandangan terkait realisasi anggaran 2020. Sebagian besar Fraksi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah yang sudah mendapatkan WTP yang kesekian kalinya. Tentunya ini prestasi yang perlu dipertahankan kedepannya.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid, usai DPRD Kukar menggelar Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang III, dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Penjelasan Pemkab Kukar terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, di Ruang Sidang Utama, Senin (12/7/2021).

Paripurna dengan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut dipimpin Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid didampingi Wakil Ketua I Alif Turiadi dan dihadiri secara langsung dan virtual oleh seluruh anggota DPRD Kukar. Adapun perwakilan dari Pemkab Kukar ialah Plt Asisten III Setkab Kukar yang juga Kepala BPKAD Kukar, Sukoco. Seluruh tamu undangan dari Forkopimda dan masing-masing OPD juga hadir baik secara langsung maupun virtual.

"Kita baru menyelesaikan rapat paripurna berkaitan dengan tanggapan Fraksi terhadap nota pertanggungjawaban Pemerintah berkaitan dengan anggaran tahun 2020 yang lalu, tadi sudah kita dengarkan bersama fraksi-fraksi menyoroti dan memberikan pandangan terkait realisasi anggaran 2020," ungkapnya.

Meskipun memberikan apresiasi, tetapi Abdul Rasyid mengaku, ada beberapa Fraksi yang memberikan sorotan serius terkait pengelolaan keuangan yang dirasa masih belum optimal baik itu bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

"Termasuk masalah hutang dengan pihak ketiga, kita mengharapkan kejadian diakhir tahun 2020 kemarin jangan sampai terulang lagi, itu menjadi pelajaran kita bagaimana kita bisa memperbaiki kinerja sistem beranggaran kita sehingga jangan sampai terjadi penumpukan hutang diakhir tahun dengan pihak ketiga," tuturnya.

Politikus dari Golkar ini menambahkan, salah satu tantangan Pemerintahan pada tahun kemarin dan hingga saat ini ialah terkait penanganan Covid-19. Bagaimana dan apa yang sudah dilakukan dan apa yang menjadi kendala kemudian realisasi nya seperti apa oleh karena itu ini yang mungkin juga menjadi perhatian kita dalam penanganan Covid-19.

"Kita berharap apa yang sudah dilaksanakan di 2020 menjadi pelajaran kita dan menjadi bahan evaluasi bersama bagaimana kita untuk memperbaiki pemerintahan kita kedepannya," harapnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top