• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota DPRD Kukar Sopan Sopian)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Beberapa tahun lalu, pada malam hari Jembatan Martadipura tidak diterangi dengan cahaya lampu sehingga pengendara hanya mengandalkan penerangan lampu kendaraan.

Tahun ini sudah terpasang beberapa titik lampu penerangan disekitar jembatan. Meskipun begitu, jembatan sepanjang sekitar 15,3 kilometer ini belum sepenuhnya terpasang lampu terutama di jalan layang.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kukar Sopan Sopian kepada KutaiRaya.com belum lama ini.

“Pada malam hari jalan layang jembatan yang kanan kirinya rawa-rawa ini sangat gelap sekali. Ditambah kondisi jalannya tidak lurus melainkan banyak berkelok-kelok maka sangat rawan terjadi kecelakaan," ungkap Sopan Sopian.

Politisi Gerindra ini mengatakan, dulu pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi tersebut. Supaya tidak memakan korban lagi, ini harus mendapat perhatian khusus Pemkab Kukar.

“Pemerintah harus mengambil langkah cepat supaya meminimalisir kecelakaan disana," tuturnya.

Jika nanti listrik sudah masuk wilayah Desa Sebelimbingan dan Muhuran lanjutnya, Pemkab Kukar kami minta untuk segera menganggarkan lampu penerangan sepanjang sekitar 15 kilometer. Sebab kehadiran lampu sangat dinantikan masyarakat ketika melintas serta mengurangi kecelakaan dan kriminalitas.

"Disisi lain, perlu dianggarkan biaya perawatan dan pemeliharaan jembatan secara berkala. Entah setahun atau dua tahun sekali secara berkelanjutan. Sedangkan nilainya menyesuaikan kebutuhan jembatan itu sendiri, ketika terjadi sesuatu bisa langsung diperbaiki," tambahnya.

Sebagai informasi, Jembatan Martadipura Kecamatan Kota Bangun merupakan akses utama bagi masyarakat wilayah hulu, jembatan yang diresmikan 2006 lalu, dapat menghubungkan lima kecamatan yakni Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top