• Kamis, 23 September 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Komisi IV DPRD Kaltim saat menggelar RDP dengan pihak terkait tentang Keberlanjutan ISBI Kaltim)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Komisi IV DPRD Kaltim sepakati keberlanjutan Institusi Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil, usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait keberlanjutan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, berlangsung di Gedung E DPRD Kaltim, Selasa (6/7/2021).

Politisi Golkar ini mengatakan, dalam RDP ini kita membahas masalah ISBI Kaltim yang juga bagian dari kepentingan masyarakat Kukar, dan dari awal sejak 2012 dan 2013 kita berupaya untuk menyiapkan beberapa persyaratan terkait dengan pendirian ISBI dan lokusnya di Kukar, maka kami di Komisi IV memfasilitasi keberlanjutan ISBI di Kaltim ini.

"Karena samar-samar kita dengar dibeberapa media seolah ISBI ini mau ditutup atau diujung tanduk, kemudian ada beberapa jejak digital yang kita dapatkan mengkhawatirkan ISBI mau ditutup, makanya kami berinisiatif untuk mengundang beberapa stakeholder termasuk Asisten I, Kesra, kemudian Disdikbud Kaltim dan Kordinator rintisan ISBI Kaltim, dan tergambar memang ISBI sejak 2018 tidak melakukan penerimaan mahasiswa baru, jadi fokusnya hanya untuk menyelesaikan mahasiswa yang sudah ada," terang Saleh sapaan akrabnya.

Legislator Karang Paci dari Dapil IV Kukar ini menyebutkan, saat kita meminta klarifikasi kepada pihak terkait saat RDP ternyata permasalahan tersebut memang ada pada proses komunikasi dan tindak lanjut dari Kementerian saat itu Kemenristekdikti, baik Kabupaten maupun Provinsi sebenarnya sudah melakukan proses persiapan bahkan pembiayaan-pembiayaan yang terkait dengan proses berjalannya ISBI tersebut.

"Hanya memang Kemenristekdikti pada saat itu belum memberikan lampu hijau, karena sampai saat ini pun lahan yang sudah kita bebaskan di Tenggarong Seberang sekitar 30,6 hektare belum bisa dilakukan pembangunan, maka harapan kita ada berbagi shering berkaitan dengan pembiayaan," tuturnya.

Saleh menambahkan, pihaknya dalam hal ini mendorong pertama ISBI ini tetap berjalan, tetap eksis dan tetap berproses, sambil melengkapi beberapa sarana dan prasarana. Kedua kita juga menginisiasi dan meminta kepada pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Sekda maupun Kesra untuk melakukan FGD dengan melibatkan stakeholder yang ada.

"Termasuk Dirjen Kemendikti maupun Legislator dari DPR RI dan DPRD Kaltim, agar ini menjadi perhatian Kementerian Ristek Dikti untuk segera menerima aset yang sudah di sertifikatkan oleh Kukar maupun Pemprov untuk segera dibangunkan kampus yang lebih representatif, sehingga ISBI ini bukan hanya saat ini memakai bangunan di lingkungan Museum Mulawarman saja, harapannya dengan diterimanya aset ini Kementerian juga juga memberikan kontribusi bangunan nantinya," jelasnya.

Ia juga berharap, pada 2022 nanti ISBI Kaltim sudah bisa melakukan kembali penerimaan mahasiswa baru. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top