• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Kaltim mendapatkan penilaian indikator inovasi di papan ke empat terendah secara nasional, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin pun memberikan tanggapan terkait hal ini.

Menurut politisi PKB ini, pihaknya memastikan akan terus mengevaluasi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, termasuk seluruh OPD di Kaltim.

"Seperti jawaban yang disampaikan pak Gubernur kemarin. Indikator mengawang-awang, mengambang jadi perlu adanya tabayun antara Pemprov Kaltim dengan Kemendagri untuk membicarakan apa sih indikator inovasi kerja itu. Sehingga semua tidak saling melemahkan dan menuduh bahwa Kaltim terendah nomor 4 dari bawah se-Indonesia," ungkap Syafruddin belum lama ini.

Ia mengaku, penilaian rendahnya inovasi Kaltim oleh pemerintah pusat ini terlalu terburu-buru. Dikatakannya, banyak prestasi yang berhasil dikantongi Kaltim dalam berbagai hal. Sehingga harus ada indikator khusus yang transparan untuk melakukan penilaian inovasi tersebut.

"Inovasi susah diukur. Hari ini semua terbatas dan dibatasi, makanya susah kita mengukur kinerja Pemprov. Pusat mengeluarkan kebijakan tentang pembatasan, provinsi juga sama. Jadi memang agak terlalu terburu-buru kalau Kaltim disebutkan miskin inovasi atau tertinggal," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong Pemprov Kaltim agar kinerjanya dievaluasi dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya di seluruh OPD, akan mampu meningkatkan penilaian tersebut.

"Tentunya juga harus didukung dengan program-program dan inovasi baru yang diciptakan," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top