• Sabtu, 31 Juli 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Aktivitas pelayanan kesehatan di Klinik Lapas Tenggarong)

TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sejak 11 Mei 2020 lalu, Klinik Lapas Tenggarong memperoleh izin operasional klinik yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara. Banyak proses yang dilalui hampir 2 tahun lamanya, yang bertujuan agar Klinik Lapas Tenggarong makin eksis dalam memberikan layanan terbaik tidak hanya bagi warga binaan dan petugas namun juga bagi masyarakat.

Saat ini tenaga medis yang telah tersedia di Klinik Lapas Tenggarong terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker, tenaga administrasi yang masing-masing berjumlah sebanyak 1 orang serta dibantu oleh kader kesehatan sebanyak 15 orang yang kesemuanya adalah warga binaan pemasyarakatan.

Pemilihan dan pengangkatan kader ini melalui asesmen resiko dan kebutuhan yang dilakukan oleh bagian seksi binapi bekerja sama dengan Bapas Samarinda yang bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko yang dimiliki oleh warga binaan jika diangkat menjadi kader kesehatan, selanjutnya hasil tersebut dibahas dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan guna mendapatkan persetujuan.

Agus Dwirijanto, Kalapas Tenggarong menuturkan, bahwa pengangkatan kader kesehatan ini sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan bagi warga binaan selain bertugas membantu tenaga medis juga melakukan jemput bola bagi warga binaan yang alami sakit, karena menurutnya masih banyak warga binaan yang tidak mau menyampaikan keluhan kesehatanya.

"Ini adalah salah satu inovasi kami dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan, selain membantu tim medis dalam memberikan layanan juga melakukan aksi jemput bola ke kamar hunian terhadap warga binaan yang alami sakit, karena masih terdapat warga binaan yang tidak mau menyampaikan keluhan kesehatannya," ujarnya.

Aji Sayid Deki Lesama, salah satu warga binaan yang sejak tahun 2019 diangkat menjadi kader kesehatan menyampaikan, bahwa dirinya merasa beruntung dapat kepercayaan menjadi kader kesehatan, selain membantu kegiatan medis di klinik dirinya juga sering mendatangi kamar-kamar hunian untuk mengkampanyekan gerakan hidup sehat bagi warga binaan.

"Saya sangat senang menjadi bagian dari klinik Lapas Tenggarong dengan menjadi kader kesehatan karena dapat menambah wawasan keilmuan juga bisa membantu kegiatan medis di klinik dan kampanye gerakan hidup sehat di kamar-kamar hunian," tuturnya.

Pria perawakan besar ini yang sejak tahun 2018 menjalani pidana di Lapas Tenggarong karena terlibat kasus narkoba dengan vonis 5 tahun 6 bulan ini menambahkan dirinya setelah diangkat menjadi kader, dia beserta teman-teman kadernya yang lain menjalani tranning untuk pengenalan dasar tentang kesehatan seperti pengunaan alat tensi, pemeriksaan tekanan darah serta mencatat data kesehatan warga binaan.

Kegiatan kader kesehatan sendiri dimulai setiap hari kecuali jum'at dan minggu dari jam 08.00 sd. 15.00 wita, khusus hari Jum'at dilakukan kegiatan Jum'at Bersih dengan mendatangi setiap kamar hunian dan mengecek kebersihan sarana MCK yang tersedia di kamar hunian.

dr. Wildan Mauliddina yang sejak tahun 2017 bertugas sebagai dokter umum di Klinik Lapas Tenggarong menambahkan, bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya kader kesehatan ini selain dapat membantu pekerjaan medis juga dapat dirasakan perannya setiap pelaksanaan kegiatan kesehatan yang dilaksanakan di Lapas baik itu sifatnya internal Lapas maupun yang diselenggarakan oleh dinas Kesehatan Kutai Kartanegara.

"Diantaranya yang rutin dilaksankan adalah screening TB-HIV yang tiap tahun dilaksanakan sejak minimal 3 kali kegiatan dengan sample adalah seluruh warga binaan," tutupnya. (One)

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Top