• Sabtu, 31 Juli 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar Suparno)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kebupaten PPU dan Kukar tentu pemerintah daerah khususnya di Kukar perlu untuk mempersiapkan sarana penunjang, salah satunya ketersediaan air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar Suparno mengatakan, ada beberapa Kecamatan di Kukar yang masuk wilayah daerah penyangga IKN, seperti Kecamatan Samboja dan Muara Jawa. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di Samboja sekaligus untuk wilayah IKN nantinya, kita telah bersurat ke Kementerian PUPR, kita ingin memanfaatkan air yang ada di Waduk Samboja.

"Sementara Waduk Samboja kewenangannya ada di SDA Balai Wilayah Sungai IV, kita akan ambil sumber air baku di Waduk Samboja sekitar 250 liter perdetik. DED juga sudah kami siapkan semoga dapat persetujuan dari Kementerian PUPR," ungkap Suparno kepada awak media belum lama ini.

Hal ini lanjut Suparno, diharapkan antara Kecamatan Samboja dan Muara Jawa dapat terintegrasi, karena di Muara Jawa tidak memiliki air permukaan dan sumber air nya semuanya dari sumur bor, maka kami tidak bisa memprediksi sampai kapan sumur bor itu akan bertahan dan ini yang menjadi persoalan kedepan.

"Maka kita berharap surat ke Kementerian PUPR dapat disetujui sehingga interkoneksi air bersih antara Kecamatan Samboja dan Muara Jawa dapat segera terwujud dan untuk anggaran yang kita perlukan sekitar Rp 68 miliar," terangnya.

Ia menambahkan, selain interkoneksi jaringan pipa distribusi air bersih Kecamatan Samboja dengan Muara Jawa, sumber air baku ini juga dapat mengaliri di wilayah IKN khususnya yang berada dekat dengan Kabupaten Kukar. (One)

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Top