• Kamis, 23 September 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK bersama Ketua DPD KNPI Kaltim Arif Rahman Hakim beserta pengurus inti DPD KNPI Kaltim usai audensi yang berlansung di Gedung D DPRD Kaltim)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Dalam rangka silaturahmi dalam suasana halal bi halal serta perkenalan komposisi kepengurusan inti, DPD KNPI Kaltim audensi dengan Ketua DPRD Kaltim, berlangsung di Gedung D DPRD Kaltim, Kamis (27/5/2021) kemarin.

Dalam audensi tersebut, Ketua DPD KNPI Kaltim Arif Rahman Hakim melaporkan terkait SK kepengurusan DPD KNPI Kaltim.

"Kemudian kami juga melaporkan terkait program kerja rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang DPD KNPI Kaltim," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, mengapresiasi hasil Musda KNPI Kaltim yang secara demokratis telah melalui mekanisme dan terwujudnya soliditas kepemudaan.

"Hal ini ditandai dengan hadirnya seluruh elementasi kepemudaan, baik lintas kemahasiswaan, lintas partai politik, keagamaan dan kekaryaan," tuturnya.

Politisi Golkar ini mengaku, pihaknya kedepan akan memberikan dukungan penuh untuk memaksimalkan kinerja kepengurusan DPD KNPI Kaltim, baik fasilitas sekretariat, hingga penguatan program-program di seluruh Kebupaten/Kota se Kaltim mewujudkan soliditas kepemudaan.

"Dalam kesempatan ini juga saya akan menyampaikan secara resmi hasil pertemuan ini kepada Bapak Gubernur dan Sekdaprov Kaltim. Saya selalu mengikuti setiap perkembangan dan dinamika kepemudaan Kaltim, termasuk KNPI, karena saya pernah menjadi Ketua DPD KNPI Berau selama 2 periode," terangnya.

"Sehingga saya sangat paham dan tahu bagaimana elaborasi KNPI dan Pemerintah dalam bersinergi, baik program kerja maupun pencapaian visi KNPI dan Pemerintah itu sendiri, saya juga sangat salut KNPI dibawah kepemimpinan Bung Arief Rahman Hakim lebih fresh dan dinamis ditandai dengan berhimpunnya anak-anak muda millennial serta lebih berwarna, bukan KNPI yang hadir berdasarkan penunjukan via warung kopi maupun penunjukan lewat secarik kertas, tanpa mekanisme yang sesuai dengan AD/ART KNPI," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top