• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, S.Sos,S.Fil)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kukar, bahwa sebanyak 11 Desa terdampak banjir di Kecamatan Kembang Janggut selama beberapa hari terakhir, akibat air sungai Belayan yang meluap di daerah hulu Kecamatan Tabang. Banjir kiriman itu disebabkan karena hujan deras, hingga akhirnya sungai pun meluap.

Adapun 11 Desa tersebut yakni, Genting Tanah, Loa Sakoh, Hambau, Kembang Janggut, Kelekat, Bukit Layang, Perdana, Pulau Pinang, Muai, Long Bleh Haloq, dan Long Bleh Modang. Terdapat 2.746 rumah terdampak banjir yang terdiri jumlah KK sebanyak 3.185 dan 12.068 jiwa. Rata-rata ketinggian air dimulai dari yang terendah 100 cm-150 cm hingga 0,5-1 m.

Menanggapi kondisi banjir di daerah hulu tersebut, Legislatif Karang Paci dari Dapil IV Kukar Salahuddin,S. Sos,S.Fil mengaku, dirinya telah mendapatkan informasi dari Kembang Janggut dan beberapa Desa disana, bahwa sudah beberapa hari ini terjadi peninggian sungai Belayan terutama di Desa-desa yang ada di Kecamatan Kembang Janggut maupun Tabang.

"Dan dengan kondisi tersebut menyebabkan ada beberapa jalan disana terputus sehingga mengganggu transportasi masyarakat terutama di daerah Kelekat," ungkap Saleh sapaan akrabnya.

Anggota DPRD Kaltim yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV ini mengatakan, kondisi saat ini memang curah hujan di hulu cukup tinggi, dan sudah dua tahun kita tidak mengalami cuaca seperti ini, maka ini menjadi antisipasi kita bersama-sama, dan sejauh ini kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kecamatan maupun Kepala Desa.

"Semoga dalam waktu dekat ini terjadi penurunan curah hujan, sehingga kondisi sungai Belayan berangsur-angsur turun, tetapi jika kondisi curah hujan masih tinggi dan kondisi sungai meluap yang mengakibatkan banjir, maka saya minta Pemkab Kukar melalui BPBD segera melakukan proses evakuasi dan mengidentifikasi kebutuhan, karena sampai saat ini aktivitas warga disana masih tetap berjalan normal, tetapi untuk kendaraan sepeda motor sebagian besar tidak bisa melakukan perjalanan," jelasnya.

Politisi Golkar ini berharap, khususnya pada BPBD Kukar agar segera melakukan mitigasi kebencanaan termasuk mengantisipasi jika curah hujan masih tinggi, tidak hanya di Kecamatan Tabang maupun Kembang Janggut saja, tapi juga daerah lain yang berpotensi terjadi banjir.

"Seperti di Kecamatan Kenohan, Kota Bangun dan Muara Kaman. Karena disamping curah hujan di hulu Tabang tinggi, dilain pihak didaerah Kubar juga mengalami hal yang sama, sehingga volume sungai Belayan dan menuju sungai Mahakam juga cukup besar sehingga mengakibatkan banjir, maka BPBD Kukar segera melakukan mitigasi kebencanaan termasuk mengantisipasi jika curah hujan masih tinggi," harapnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top