• Selasa, 07 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil)



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kegiatan bela negara saat ini tidak harus dengan cara mengangkat senjata berperang melawan musuh. Namun dengan mengawasi dan mencegah peredaran Narkoba di lingkungan masyarakat juga bagian dari perwujudan Bela Negara.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil, saat menyampaikan materi bela negara dalam kegiatan Sosper Perda Kaltim Nomor 5 tahun 2019 tentang penyelenggaraan bantuan hukum, berlangsung di Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong, Minggu (23/5/2021) kemarin.

"Jadi selain Sosialisasi Perda tentang penyelenggaraan bantuan hukum, sesuai instruksi pimpinan bahwa anggota DPRD Kaltim juga memberikan sosialisasi tentang bela negara," ungkap Saleh sapaan akrabnya.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar ini mengatakan, dalam penyampaian materi bela negara ini juga kami informasikan kondisi terkini kenegaraan kita termasuk tantangannya, baik internal maupun eksternal bernegara kita, termasuk beberapa hal yang mungkin mengancam potensi itu, salah satunya penyalahgunaan narkoba.

"Tadi saya sampaikan salah satunya yang memang sudah nyata dihadapan kita yakni meningkatnya penyalahgunaan narkoba, dan untuk konteks di Kaltim pada tahun 2019 kebawah itu kita termasuk 4 besar kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dan tentunya ini menjadi kekhawatiran kita bersama karena menyerang pada generasi muda kita yang kita harapkan generasi muda ini menjadi estafet pembangunan," terangnya.

Legislatif Karang Paci dari Dapil IV Kukar ini menambahkan, jika penyalahgunaan narkoba di Kaltim ini sudah semakin masif, saya pikir kita tidak punya harapan besar bagaimana membangun Kaltim kedepan menjadi lebih baik, karena sebagian besar generasi kaum milenialnya terjadi patalogi sosial penyalahgunaan narkoba ini.

"Maka dalam kesempatan ini kami juga memberikan informasi bahayanya narkoba tersebut, karena bukan hanya merusak bagi pribadi pemakainya, tetapi juga merusak lingkungan, dan merusak percepatan pembangunan, baik itu di Desa, Kelurahan hingga Kabupaten dan Provinsi. Sekaligus juga menghilangkan kesempatan kita untuk memberikan kontribusi pembangunan di Kaltim," sambungnya.

Maka lanjut Saleh, kita juga harus waspada terhadap penyalahgunaan narkoba di Kukar dan Kaltim khususnya, agar kita dapat meminimalisir penyalahgunaan narkoba tersebut dengan memberikan beberapa pendidikan sekaligus informasi tentang bahaya narkoba. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top