• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekertaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin memfasilitasi pertemuan mahasiswa PMKRI cabang Samarinda dengan Disdikbud Kukar di Kantor Disdikbud Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Menindak lanjuti aspirasi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Samarinda, terkait dengan temuan SD 008 di Desa Bukit Pariaman Tenggarong Seberang yang terbengkalai, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil memfasilitasi pertemuan Mahasiswa PMKRI tersebut dengan Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, di Kantor Disdikbud Kukar, Rabu (19/5/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Salehuddin S.Sos, S.Fil bersama dua perwakilan mahasiswa PMKRI cabang Samarinda diterima Plt Kepala Disdikbud Kukar Slamet Hadiraharjo, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kukar Tulus Sutopo serta jajaran lainnya, Kepala Sekolah, Dewan Pengawas dan Kepala UPTD.

Selain temuan tersebut, Saleh sapaan akrabnya mengaku, pada pertemuan ini dari mahasiswa PMKRI juga menyampaikan bahwa peserta didik disana tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan pengajaran.

"Jadi pertemuan ini kita fasilitasi menindak lanjuti aspirasi dari PMKRI cabang Samarinda pada 3 Mei 2021 lalu melakukan audiensi dengan Komisi IV terkait dengan temuan mereka bahwa SD 008 di Desa Bukit Pariaman Tenggarong Seberang yang terbengkalai dan peserta didik disana tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan pengajaran," ungkap Salehuddin.

Politisi Golkar ini mengatakan, saat pertemuan kita meminta data dari temuan mahasiswa ini lalu disampaikan kepada jajaran Disdikbud Kukar, dan Plt Kepala Disdikbud Kukar hadir bersama jajarannya sekaligus mengklarifikasi beberapa temuan yang disampaikan mahasiswa tersebut.

"Dalam pertemuan tadi apa yang disampaikan mahasiswa ternyata ada beberapa yang sudah diklarifikasi pihak Disdikbud Kukar, sebenarnya bukan pembiaran tetapi gedung SD induk 008 yang dianggap terbengkalai oleh mahasiswa, ternyata sudah disepakati pada 3 Agustus 2017 silam mengingat jumlah penduduk di Dusun Berambai sudah tidak ada lagi, maka sekolah tersebut dialihkan kesekolah filial di Desa dimana jumlah penduduknya memungkinkan sehingga jumlah siswanya mencukupi," jelas Saleh.

Oleh sebab itu lanjut Saleh, pada proses peralihan ini menyebabkan bangunan SD 008 di Dusun Berambai tidak lagi dijadikan tempat untuk dilaksanakan proses belajar mengajar, karena yang pertama jumlah siswanya tidak mencukupi, sehingga kesepakatan warga dengan Pemerintah Desa saat itu memindahkan ke filial.

"Karena jaraknya hampir 3 km, sehingga proses belajar mengajar saat ini ada di SD filial yang berada di Desa Bukit Pariaman," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini di SD 008 hanya ada 3 siswa yang baru akan memasuki masa sekolah, dan pihak Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa data dari mahasiswa tersebut perlu di cek lagi di lapangan.

"Karena setahu Kepala Sekolah tidak ada siswa yang berhenti sekolah karena proses peralihan itu, dan kami sepakat dari data mahasiswa tersebut kami akan melakukan verifikasi di lapangan, dan saya juga meminta agar mahasiswa melakukan komunikasi intens dengan Disdikbud Kukar terkait hal ini," harapnya.

Saleh berharap, agar permasalahan ini bisa segera terselesaikan, dan saya juga berharap seluruh peserta didik di Kukar mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan dari tenaga pendidik semaksimal mungkin. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top