• Rabu, 08 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Indonesia baru saja menerima 1,1 juta dosis vaksin Oxford-Astrazeneca, kedatangan vaksin ini juga diapresiasi Anggota DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil.

"Yang pasti perlu kita apresiasi langkah pemerintah bagaimana mempercepat daya cover vaksin untuk masyarakat Indonesia, tapi seiring berjalan waktu ada beberapa laporan terkait beberapa kasus atau kejadian ikutan pasca imunisasi, saya pikir saat ini domainnya ada di BPOM untuk melakukan proses uji klinis kembali apakah layak digunakan atau tidak," ungkap Salehuddin kepada KutaiRaya.com, Jum'at (19/03/2021).

Legislatif yang juga sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim ini mengaku, pada intinya dengan hadirnya vaksin ini kita berharap justru akan memberikan dampak proses penguatan bagaimana memasifkan proses vaksin ini, selain dari vaksin sinovac yang sudah ada.

"Dan ini menjadi langkah maju bagi pemerintah untuk memaksimalkan daya cover vaksin kepada masyarakat," terangnya.

Anggota DPRD Kaltim dari Dapil IV Kukar ini berharap, pemerintah juga harus mengklarifikasi apakah isu-isu kemarin yang beredar ada kejadian ikutan pasca imunisasi di media sosial betul atau tidak, saya pikir jika uji klinis di BPOM sudah clear maka kita gulirkan saja vaksin ini, karena ini bagian upaya kita mengoptimalkan vaksin ini ke masyarakat terutama di Kaltim.

"Tentunya semakin banyak coveran vaksin untuk masyarakat akan memberikan data kekebalan. Minimal masyarakat yang berisiko rentan terpapar Covid-19 dapat diminimalisir," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top