• Selasa, 07 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota DPRD Kaltim Salehuddin, S.Sos, S.Fil saat melaksanakan Sosialisasi Perda di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Sabtu (6/3) kemarin)


KUTAI KARTANEGARA (KutaiRaya.com) - Mengingat masih banyak masyarakat belum memahami Perda yang dihasilkan DPRD Kaltim, salah satunya terkait dengan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Perda Provinsi Kaltim Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, sehingga kami anggota DPRD Kaltim wajib mensosialisasikan guna meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Kaltim Salehuddin, S.Sos, S.Fil yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim saat melakukan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda), berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun, Sabtu (06/03).

Kegiatan ini juga dihadiri Camat Kota Bangun Drs Mawardi,SPd, narasumber Plt. Kepala UPTD Bapenda Provinsi di Kukar Erna Polostin, staf ahli DPRD Kukar Masrani,SHi,MSi dan juga turut dihadiri Muspika Kota Bangun, Kepala Desa se-Kota Bangun, Ketua BPD dan Ketua RT setempat.

Menurut politisi Partai Golkar ini, sosialisasi tersebut merupakan program baru yang tengah digencarkan oleh Legislatif Provinsi Kaltim di tahun 2021, dan ada enam Perda yang akan disosialisasikan DPRD Provinsi Kaltim di tahun 2021.

"Perubahan Perda tersebut wajib diketahui oleh masyarakat di Kecamatan Kota Bangun dan Kukar pada umumnya. Sebab, terdapat sejumlah perubahan yang turut memberi dampak, contohnya berangkat dari nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Awalnya menggunakan nama instansi Dinas Pendapatan Daerah, kemudian saat ini berubah namanya menjadi Badan Pendapatan Daerah," jelas Salehuddin.

Untuk itu lanjutnya, ia berharap Perda yang telah dihasilkan oleh DPRD Kaltim bisa dipahami oleh masyarakat secara menyeluruh.

"Tugas kami sebagai lembaga legislatif memiliki kewenangan produk hukum. Jangan sampai bisa dihasilkan tapi masyarakat tidak memahami," harapnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top