• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun bersama Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin saat meninjau kondisi terkini Jembatan Dondang pasca tertabrak Tongkang Batu Bara.foto:ist)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Insiden tongkang Batu Bara Prima Sakti 06 yang menabrak tiang Jembatan Dondang Kecamatan Muara Jawa pada sisi sebelah kiri dari arah Handil yang mengakibatkan tiang Jembatan miring ke arah laut dan di atas jembatan mengalami retak, yang terjadi pada Selasa (02/03) malam lalu sekitar pukul 23.30 Wita, mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.

Untuk itu, anggota DPRD Kaltim dari Dapil IV Kukar ini meninjau langsung kondisi Jembatan Dondang yang kembali tertabrak oleh tongkang batu bara, pada Kamis (04/03) lalu bersama Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, turut dihadiri oleh Camat Muara Jawa Safruddin, Kepala Dinas Perhubungan Kukar Heldiansyah dan Kepala Dinas PU Kukar Muhamad Yamin. Para rombongan mengecek langsung kondisi jembatan pasca tertabrak tongkang batu bara.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, dirinya sangat menyayangkan terjadinya insiden ini karena insiden yang berulang sehingga mesti ditegaskan terkait dengan sistem operasi dan juga perlindungan terhadap aset negara ini dan ini juga harus diperhatikan.

"Dampak akibat dari peristiwa itu dikhawatirkan akan berpengaruh pada konstruksi bangunan jembatan. Padahal Jembatan Dondang baru saja selesai menjalani perbaikan, pasca tertabrak tongkang batu bara untuk yang pertama kalinya pada 15 November 2020 silam," terangnya.

Ia menambahkan, saat meninjau langsung kondisi jembatan bersama Wabup Kukar Rendi Solihin, dirinya sepakat dengan apa yang diutarakan Wabup Kukar tersebut yakni, bahwa disini banyak yang harus bertanggung jawab karena ada yang sudah diberi kewenangan terkait dengan keselamatan Jembatan Dondang dan kewenangannya bukan hanya sekedar hak tapi juga harus ada kewajiban.

"Tentunya ini harus kita tunaikan semua karena sudah berkali-kali dan kejadiannya sama maka harus ada evaluasi, kalau tidak akan terjadi terus menerus dan sayang sekali, karena jembatan ini merupakan objek vital yang harus kita lindungi bersama untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top