• Kamis, 26 Mei 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kalapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong saat memberikan keterangan kepada awak media tentang kondisi terbaru kasus terkonfirmasi positif warga binaan dan petugas)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sebanyak 137 warga binaan dan 20 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kalapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Sri Astiana kepada awak media, Rabu (24/2) sore.

Ia menjelaskan, dari 137 warga binaan yang positif satu dinyatakan sembuh dan dari 20 petugas 4 dinyatakan sembuh, dan terpaparnya warga binaan maupun petugas Lapas Perempuan kemungkinan besar berawal dari warga binaan yang dirawat di RSUD AM Parikesit selama seminggu dan pulang kembali ke Lapas Perempuan dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada saat itu tidak ada keluhan dan warga binaan tersebut, kita lakukan rapid test dengan anti bodi hasilnya non reaktif maka selanjutnya kami lakukan isolasi mandiri selama dua Minggu.

"Selama masa isolasi mandiri berjalan di ruangan tersendiri, kemudian ada satu lagi warga binaan berbeda kamar yang mengeluhkan sakit lalu kami lakukan rapid test dan hasilnya reaktif, menindak lanjuti itu kami lakukan tracing kembali termasuk warga binaan yang berada di ruang isolasi dan hasilnya reaktif, setelah itu kami langsung koordinasi dengan pihak terkait," tuturnya.

Kemudian lanjutnya, ada satu lagi petugas kami yang mandiri melakukan rapid antigen dan hasilnya positif, lalu petugas yang bersangkutan langsung melaksanakan Work From Home (WHF) kemudian melakukan PCR dan hasilnya positif, maka dengan adanya warga binaan yang reaktif dan satu petugas yang positif maka kita lakukan tracing kepada semua petugas dan warga binaan terlebih dahulu kita tracing yang kontak erat.

"Mengingat kapasitas di Lapas Perempuan over jadi sangat sulit untuk menjaga jarak, maka dengan kondisi ini kita lakukan tracing bertahap, mulai dari 16 orang warga binaan hasilnya satu positif. Setelah dilakukan rapid kami lakukan koordinasi dengan Dinkes dilakukan yang kontak erat yang hasilnya reaktif sebelumnya. Jadi ada 40 orang warga binaan yang diperiksa reaktif ternyata setelah dilakukan pemeriksaan satu kamar mendapatkan 9 orang reaktif kemudian dilakukan tes PCR terhadap 9 orang tersebut dan hasilnya satu orang positif," jelasnya.

Ia melanjutkan, pada 15 Februari kemarin 61 orang kita lakukan swab serta16 orang petugas, dan dari 61 warga binaan didapatkan 20 orang positif dan langsung kita lakukan pemisahan dan di evakuasi ke LPKA. Jadi diamankan terlebih dahulu sambil kita melakukan koordinasi dengan Satgas penanganan covid 19 Kabupaten Kukar.

"Kemudian 16 orang petugas didapat 5 orang positif. Tapi petugas ini adalah petugas yang piket dirumah sakit saat napi dirawat. Selanjutnya pada 19 Februari kita lakukan kembali tracking semuanya yang dianggap kontak erat dengan hasil 20 hasil kontak erat pertama. Jadi dilakukan 45 petugas lapas dan 252 warga binaan. Dan kemarin hasilnya baru keluar ada 116 warga binaan positif dan 4 orang petugas juga positif yang piket di rumah sakit," terangnya.

Ia menambahkan, semua warga binaan berjumlah 364 sudah di tracking baik anti gen, anti bodi dan swab dengan satgas. Kemudian jumlah petugas positif 16 orang dari jumlah keseluruhan yang di tracing 20 orang, 2 sudah selesai isolasi mandiri, dan dua orang di wisma atlet. Selanjutnya warga binaan ada 104 berada di LKPA dan status mereka negatif. Kemudian di Lapas ini masih ada 259.

"Untuk warga binaan yang dirawat di RSUD AM Parikesit ada 3 orang dan satu di rawat di wisma atlet, maka jumlah keseluruhan warga binaan yang positif ada 137 orang berkurang satu yang sembuh sisa 136 yang masih positif dan petugas dari 20 yang positif berkurang 4 yang sembuh dan saat ini masih 16 petugas yang positif," tandasnya. (One)

Pasang Iklan
Top