• Jum'at, 27 Mei 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kepala BPKAD Kukar Sukoco)

TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kendala pembayaran terlambat kepada pihak kontraktor di Kutai Kartanegara salah satunya yakni masalah loading pekerjaannya luar biasa, dan bekerja untuk memproses 5.060 berkas dalam tempo waktu 4 hari, sedangkan kapasitas verifikator yang dimiliki BPKAD Kukar hanya bisa 600 berkas perhari.

Hal ini diungkapkan Kepala BPKAD Kukar Sukoco kepada awak media, Senin (4/1) siang.

"Anda bayangkan saja BPKAD Kukar bekerja untuk memproses 5.060 berkas dalam tempo waktu 4 hari, sedangkan kapasitas verifikator yang kami miliki hanya bisa 600 berkas perhari, seharusnya waktu yang dibutuhkan untuk memverifikasi semua berkas tersebut bisa sampai 9 hari dan ini waktunya hanya 4 hari saja,"ungkapnya.

Sehingga lanjutnya, kenapa kemudian baru ada sekitar 2.890 lebih berkas yang kemudian sudah tercairkan dan masih tersisa sekitar 1.624 berkas versi Bankaltimtara, masalahnya loading pekerjaan yang luar biasa dan waktunya juga tidak memungkinkan untuk kemudian kita selesaikan tepat waktu.

Selain itu, ia mengatakan kebiasaan teman-teman rekanan dan budaya di masing-masing OPD penagihannya saat pekerjaan sudah selesai, padahal sebenarnya para kontraktor bisa memanfaatkan penagihan per termin.

"Misalnya pada termin satu uang muka diminta duluan, kemudian termin dua saat pekerjaan sudah sekian persen dan termin tiga pembayaran terakhir, Tapi karena kebiasaan OPD dan rekanan juga yang mengkhawatirkan ada pungutan di OPD akhirnya mereka menagihkan saat pekerjaan sudah selesai dan biasanya pekerjaan selesai numpuk semua di akhir tahun,"tutupnya. (One)

Pasang Iklan
Top