• Sabtu, 31 Juli 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ahmad Zulfiansyah.


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Anggota Banggar DPRD Kukar Ahmad Zulfiansyah mengatakan, dalam rapat paripurna DPRD Kukar dengan agenda kesepakatan bersama rancangan KUA PPAS APBD 2021 lalu, diketahui bahwa pendapatan daerah secara keseluruhan mengalami penurunan, hal ini dikarenakan kondisi dampak Covid-19.

"Oleh karena itu adapun kegiatan baik fisik maupun lainnya diprioritaskan untuk kepentingan publik, jadi volume untuk kegiatan-kegiatan yang kami harapkan kepada masyarakat memahami dengan kondisi keuangan kita yang anjlok, sambil kita berdoa agar kita panjang umur dan 2022 pendapatan bisa naik lagi, "ungkap Ahmad Zulfiansyah.

Politisi PPP tersebut mengaku, pihaknya juga berupaya membentuk tim nantinya yang akan mencoba meloby pusat, baik itu di Kementerian maupun Dirjen yang ada kaitannya dengan kegiatan, dan semoga kegiatan ini tidak sia-sia, mengingat saat ini masih kondisi pandemi covid-19.

"Dampak Covid-19, seluruh aspek jadi tidak bergerak, baik pariwisata maupun ekonomi kerakyatan di Kukar dan hal ini menyebabkan secara otomatis APBD Kukar juga turun drastis, " tutur Anggota DPRD Kukar dari Dapil Tenggarong tersebut.

Ia mencontohkan, seperti di Pulau Kumala, dulu sebelum pandemi dan dibuka untuk umum, kita masih bisa mendapatkan pendapatan sekian miliar, namun setelah masa pandemi ini sangat mempengaruhi pendapatan PAD.

"Saya berharap dengan habisnya anggaran untuk penanganan corona maka habis juga masa pandemi ini, dan semoga pada Januari tahun depan sektor ekonomi kita bergerak lagi, dan tempat destinasi wisata kembali dibuka agar sektor ini bisa berkontribusi lagi untuk PAD Kukar, "harapnya. (One/adv)

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Top