• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Plt Bupati Kukar)



TENGGARONG (kutairaya.com) - Saat ini jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di Kukar cukup tinggi, dari data terbaru Dinkes Kukar, jumlah pasien positif secara keseluruhan sebanyak 1.869, dengan rincian pasien sembuh keseluruhan 1.135, pasien masih dalam perawatan 703, meninggal dunia dengan status probable 3 dan meninggal dunia dengan status positif 31.

Karena masih banyak pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang masih dalam perawatan, maka Plt Bupati Kukar Chairil Anwar juga menghimbau masyarakat agar pasien terkonfirmasi positif covid-19 jangan dijauhi bahkan dikucilkan.

"Kita juga himbau kepada masyarakat bahwa saudara kita yang terkonfirmasi positif covid-19 bukan barang haram atau aib, jadi masyarakat jangan jauhi pasien yang terkonfirmasi positif apalagi dengan keluarganya, karena penyakit tersebut merupakan penyakit biasa, hanya penyakit ini perlu penanganan yang lebih, " ungkap Plt Bupati Kukar Chairil Anwar usai menghadiri Rapat paripurna Istimewa PAW DPRD Kukar Senin (19/10).

Selain itu Chairil Anwar mengaku, dari informasi terbaru saat ini di Tenggarong ada dua klaster penyebaran covid-19, yakni klaster perkantoran dan klaster rumah tangga.

"Khusus klaster rumah tangga saya himbau, misalnya didalam rumah tangga ada yang bekerja di perkantoran dan jika pulang kerumah jangan langsung berkumpul dengan keluarga, tetapi langsung mandi dan ganti pakaian yang baru dipakai kerja setelah itu baru berkumpul dengan keluarga, karena kita tidak tahu saat dia beraktifitas di kantor dia bersih apa tidak, dan ini masalahnya saya harap saat ini harus kita ketati protokol kesehatan meskipun dirumah, "terangnya.

Sementara di perkantoran lanjutnya, jika ada perkantoran yang mempunyai karyawan dengan jumlah terkonfirmasi positif covid-19 cukup banyak maka kita bisa Berlakukan lock down sampai 3 hari.

"Sedangkan kemungkinan jika ada di perkampungan dan rumah-rumah warga jika ada lebih dari satu yang positif covid-19 kita juga lock down disekitar rumah atau permukiman agar kita dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19, " pungkasnya. (one)

Pasang Iklan
Top