• Jum'at, 03 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kamarur Zaman)



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Hilangnya mata pencaharian sebagian para nelayan di perairan Sungai Kedang Pala Muara Kaman akibat aktifitas ponton batu bara disoroti Anggota Komisi IV DPRD Kukar Kamarur Zaman.

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, hal ini diketahui saat menyerap aspirasi masyarakat di Muara Kaman beberapa waktu lalu. Salah satu aspirasi masyarakat pada reses di desa Bukit Jering dan Desa Muara Kaman Ulu Muara Kaman adalah menurunnya penghasilan masyarakat nelayan yang biasa mencari ikan di perairan Sungai Kedang Pala akibat aktifitas lalu lintas ponton batu bara.

"Adanya lalu lintas ponton batu bara di sungai Kedang Pala membuat mata pencaharian nelayan hilang, nelayan disana tidak melarang adanya ponton batu bara tetapi mereka minta wajib disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, terpenting usaha mereka di sungai yang sudah turun-temurun jangan sampai hilang akibat aktifitas ponton batu bara," kata Mon sapaan akrabnya kepada KutaiRaya.com belum lama ini.

Kamarur Zaman mengatakan, masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan disana berharap kepada pemerintah daerah bersikap adil, mereka ingin adanya suatu sikap dan tindakan, sehingga yang lemah merasa terlindungi dan yang kuat tercegah dari tindakan sewenang-wenang.

Untuk diketahui, keluhan nelayan di Sungai Kedang Pala adalah aktifitas lalu lintas ponton batu bara yang digunakan tidak sesuai aturan PP 38 tahun 2011 tentang sungai. Akibatnya karena melebihi kapasitas mengingat perairan sungai kedang pala kecil, sehingga sungai mengalami longsor kebun masyarakat sepanjang kurang lebih lebar 50 meter. (one/adv)

Pasang Iklan
Top