Akses Jalan Terhubung, Hulu Kukar Tak Terisolasi

Akses Jalan Terhubung, Hulu Kukar Tak Terisolasi

Nirmala
Nirmala
Photo: ist

KutaiRaya.com - 29/11/2015 15:07 WITA
Masyarakat wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara akan menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kukar melalui program Gerbang Raja Jilid II. Wilayah hulu Kukar tak lagi terisolasi.

Akses jalan pendekat Jembatan Martadipura yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Kembangjanggut, Tabang akan segera selesai, hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di empat kecamatan wilayah Kukar.

Nirmala, Anggota DPRD Kukar dari Partai Golkar asal Dapil 6, mengatakan pembangunan jalan antar kecamatan dihulu Kukar tentu saja akan mengurai keterisolasian yang selama ini dirasakan masyarakat. Dengan terbangunnya akses jalan tersebut maka akan mempercepat transportasi masyarakat.

"Akses jalan pendekat Jembatan Martadipura ke Kota Bangun tersisa 1,5 kilometer yang belum tersambung, jalan pendekat ini berkontruksi pileslab (jalan layang). Pileslab ini menjadi solusi untuk pembangunan jalan diareal rawa menjadi jalan termahal yang pernah ada." Kata Nirmala, belum lama ini.

Akses Jalan pendekat ini akan terhubung dari Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun. Saat ini Dinas BinaMarga sedang membangn Jalan Peghubung dari Sebelimbingan, ke Desa Tuana Tuha Kecamatan Kembang Janggut dengan jarak 32,5 KM.

Untuk kepentingan masyarakat dalam mengerjakan jalan penghubung dari Desa Kelekat (Kembang Janggut) ke Tabang yang jaraknya 78 km. Proyek pembangunan akses jalan penghubung antara Kecamatan dikerjakan oleh 7 kontraktor, karena mengingat untuk penyelesaian tepat waktu.

Akses jalan penghubung dari Kota Bangun Tabang dengan toal jarak 172 KM, ini diharapkan bisa membuka mobilitas dan transportasi guna menjangkau daerah terpencil sekalipun. Jika pekerjaan akses jalan penghubung di 2 (dua titik) tadi rampung, maka kedepan warga masyarakat di 3 kecamatan terhubung pada khususnya dan umumnya masyarakar Kukar bisa lewat jalan darat dari Kota Bangun Tabang dalam waktu dua jam dengan estimasi kecepatan 60 km/jam.

"Selama ini warga naik transportasi sungai untuk mengjangkau kecamatan dihulu Mahakam dan disungai Belayan juga lewat Danau Semayang, seperti Kota Bangun, Kenohan Kembang Janggut dan Tabang." Katanya.

Akses jalan penghubung antar kecamatan ini disambungkan 32 jembatan kecil kecil ada 32 jembtan dengan bentang kecil di sekitar akses jalan penghubung kecematan mulai desa kelekat ke Tabang.

Sebelumnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kukar Ahyani Fadhianr Diani mengatakan anggaran yang digelontorkan untuk proyek multiyears pembangunan infrastruktur dikawasan hulu ini hampir 45 persen dari totoal anggaran Rp1,2 triliun sejak 2011 sampai 2015. Ini merupakan anggaran yang sangat besar yang dikeluarkan oleh pemerintah Kukar guna mendukung infrastryktur jalan dan jembatan dikawasan hulu.

"Saya sebagai anggota DPRD Kukar Komisi II yang berasal dari dapil 6 wilayah hulu sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kukar dimasa progam Gerbang Raja Jilid I, dimana masyarakat di tiga kecamatan terhubung ke Kota Bangun bahkan sampai kota Tenggarong. Sangat menikmati kelancaran akses jalan dan jembatan yang sudah terbangun, maka perekonomianakan berjalan lancar dan juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bagian hulu." Ungkapnya.

Kecamatan Tabang bukanlah kecamatan yang terisolir lagi dengan adanya akses jalan pendekat Jemabatan Martadipura ini. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved