• Minggu, 05 Februari 2023
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Rumah produksi bersama di Jonggon

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pembangunan Rumah Produksi Bersama komoditas jahe yang ada di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu telah mencapai 90% dan di targetkan sudah bisa dioperasikan pada pertengahan tahun 2023 ini.
Pembangunan Rumah Produksi Bersama ini merupakan kerjasama antara Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskopukm) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Tajudin mengatakan dalam rumah produksi tersebut sebenarnya ada dua bangunan satu untuk produksi dan satunya untuk mesin produksinya. Sampai saat ini progresnya itu hampir rampung tinggal finishing sedikit.

"Untuk bangunannya sudah 90% lebih, tinggal mesin aja. Karena mesin kontraknya sepaket yaitu ada 4 unit mesin. Kami dapat informasi dari operatornya sudah ada 3 mesin disana dan ada 1 mesin lagi yang belum datang yakni mesin intinya untuk memproses menjadi minyak atau jadi bubuk, yang saat ini masih dalam proses pengiriman karena kontraknya sampai 19 Februari 2023." kata Tajudin saat dikonfirmasi KutaiRaya.com, Rabu (25/1/23).

Ia menyebut dengan lahan sekitar 500 m² tersebut, dan kapasitasnya dapat memproduksi sekitar 1,5 ton per hari. Kemudian nantinya pasokan jahenya fokus di daerah Jonggon A dan Jonggon B. Dan nanti di desa sekitar seperti di Loa Kulu itu banyak kalau dibutuhkan pasokan tambahan sesuai kapasitas mesin dan permintaan pasar.

"Memang saat ini yang mesan masih dipabrik, untuk pembeli dalam bentuk esensial oil itu masih kita jajaki berapa sih yang dibutuhkan, dan kita coba kaji dulu yang mana yang menguntungkan untuk masyarakat." ujarnya.

Dan untuk hasil produk jahe dijual dalam bentuk oil dan bubuk powder yang dikirim antar pulau atau di ekspor, kalau untuk yang serbuk dari 1,5 ton itu nanti 150 kg nya untuk bubuk jahe akan digunakan untuk bahan kopi, wedang jahe dan lain sebagainnya sudah jadi.

"Kami berharap secepatnya rumah produksi ini bisa beroperasi, cuma nanti menunggu mesinnya dirakit dan beberapa perlengkapan lainya dan menyiapkan mekanisme pengelolaannya dengan pasokan jahenya. Harapan kita pertengahan tahun sudah bisa beroperasi, karena jaringan listrik masih sekala rumah tangga bukan sekala industri. Sebetulnya kita butuh instalasi untuk industri." jelasnya.

Ia menambahkan rumah produksi bersama ini nanti akan dikelola oleh koperasi Anugerah Jonggon Lestari Desa Jonggon. Selanjutnya untuk pengembangannya nanti ada komoditas lain juga bisa di produksi misalnya bubuk kunyit, dan serai wangi. Artinya dari tanaman biofarmaka yang bisa dibuat minyak esensial.

"Kami juga berharap kepada para petani di Jonggon khususnya yang menanam jahenya masih parsial bisa menjadi satu dengan petani lainnya. Karena jahe itu umurnya sampai 1 tahun dan akan merubah pola tanamnya. Jadi kita harapkan nanti dari Dinas Pertanian juga mengedukasi masyarakat serta dari Kepala Desa, untuk memenuhi pasokan bahan bakunya."tutupnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top