• Minggu, 05 Februari 2023
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Salah satu Usaha Peternakan Kukar yang Potensial Untuk Dikembangkan

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Potensi usaha peternakan di Kutai Kartanegara (Kukar) yang salah satunya adalah peternakan sapi sangat potensial untuk dikembangkan. Mengingat letak geografis yang strategis dan selama ini Kukar memberikan kontribusi besar untuk membantu memenuhi kebutuhan daging sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Tercatat jumlah sapi di Kukar mencapai 27.868 ekor lebih, dengan jumlah tersebut tentunya masih kurang karena kedepan kebutuhan daging pasti bertambah, apalagi adanya Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sya'rani mengatakan, pengembangan ternak sapi di Kukar sangat potensial untuk jadikan usaha. Namun karena saat ini peternak sapi masih didominasi oleh peternak mandiri, ada juga beberapa perusahan juga tapi tidak terlalu signifikan, masih sekala kecil.

"Untuk itu usaha beternak di Kukar ini sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ternak Kaltim, karena didukung dengan lahan yang masih luas,sehingga usaha peternakan di Kukar sangat potensial," ujar Sya'rani Rabu (18/1/23).

Menurutnya Kukar harus mampu meraih peluang usaha tersebut, dengan cara mengoptimalisasi potensi yang dimiliki. Dimana strategi pembangunan peternakan Kukar kedepan akan lebih diarahkan pada pembangunan kawasan peternakan. Yaitu kawasan yang secara khusus diperuntukkan untuk kegiatan peternakan atau terpadu sebagai komponen usaha tani, dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu.

"Kawasan tersebut yaitu kawasan pengembangan sapi potong ada kawasan lahan pasang surut 30 kelompok, pengembangan eks batu bara ada 14 kelompok, kelompok integrasi sapi sawit ada 13 kelompok, di pemukiman 201 kelompok. Jumlah ini sudah dikategorikan berdasarkan kawasan total hampir 300 kelompok peternak di Kukar." sebutnya.

Ia mengungkapkan beberapa jenis program pengembangan kawasan tersebut, merupakan nilai aset ternak yang cukup memadai sebagai model pengembangan ternak pada tahun-tahun mendatang.

"Kami mengajak perusahaan dan pelaku peternakan lainnya untuk terus meningkatkan usaha peternakan, hal tersebut sebagai cara untuk meningkatkan perekonomian guna menciptakan kehidupan sejahtera para peternak." tutupnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top