• Minggu, 05 Februari 2023
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Penandatangan Mou dan Moa Unikarta

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Universitas Kutai Kartanegara menandatangani beberapa Memorandum of Understanding (MoU) dan of Agreement (MoA) dengan berbagai stakeholder baik itu pemerintah daerah, perusahaan multi nasional, organisasi-organisasi dan perusahaan daerah. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki mahasiswa maupun Yayasan Unikarta.

Kegiatan ini dilaksanakan pada saat Rapat Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana (S2) ke 23 dan Sarjana (S1) ke 39, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang Selasa (10/1/23).

Prof Dr Ir Ince Raden mengatakan MoU yang ditandatangani ada 7 MoU yaitu dengan Widyagama Mahakam Samarinda, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur, Koperasi Kukar Idaman Lestari, Konsultan Internasional Indonesia, PT Kutai Energi. Kemudian ada beberapa Moa juga dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Perhapi Kukar, MoA antara anak tambang Indonesia.

Adapun tujuan dan sasaran kerjasama ini didasari oleh 3 pilar utama yang harus dikembangkan dan harus didorong cepat sesuai amanah rencana strategi jangka panjang Unikarta. Yang pertama itu terkait dengan networking termasuk kerjasama digitalisasi yang dibentuk. Kemudian yang terkait dengan proses akademik yang terus menggeliat, akreditasi dan kewirausahaan.

"Harapan saya kinerja ini dari waktu ke waktu ada peningkatan, karena saya menjabat rektor baru satu tahun. Jadi satu tahun ini saya coba dampingi, coba kuatkan agar ini tidak keluar dari rel-rel yang sudah kita sepakati melalui dokumen rencana Unikarta ke depan, sehingga di 2023 kita menjadi kampus yang kewirausahaan itu bisa terwujud." ujarnya.

Ia mengungkapkan di kewirausahaan itu selain punya unit-unit kesiswaan, kampus juga harus punya kewirausahaan. Kemudian kampus bekerja dengan dunia usaha untuk mengembangkan unit usaha mahasiswa maupun usaha dari universitas maupun dari Yayasan Unikarta.

Untuk itu dilakukan kerjasama dengan beberapa pihak termasuk Bank Indonesia, perusda dalam hal ini PDAM atau Tunggang Parangan, juga kerjasama Jasa Boga Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan karena nanti muaranya dengan usaha mahasiswa bisa dikolaborasikan.

"Karena tanpa kolaborasi, energi, kerjasama non sand kita bisa maju, saya selalu katakan kita berhenti kompetisi tapi kita kembangkan kolaborasi. Itu keberhasilannya luar biasa dan kita pasti cepat maju," pungkasnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top