• Rabu, 01 April 2020
logo
Pasang Iklan

Untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang menelan korban, pada awal April 2015 mendatang jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara akan menggelar operasi simpatik dengan sasaran utama pelaku pelanggaran lalu lintas yang kasat mata atau terlihat jelas seperti melawan arus, tidak menggunkan helm hingga kendaraan yang kelebihan mauatan.


Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Erick Budi Santoso, saat dijumpai wartawan, Rabu (25/3/2015).


Dalam keterangannya Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Erick Budi Santoso mengatakan, operasi simpatik merupakan kegiatan serentak yang dilakukan seluruh jajaran Satlantas di Indoensia, pelaksanaaanya selama 21 hari terhitung sejak 1 April 2015 mendatang.


Ia juga mengemukakan, operasi simpatik merupakan salah satu dari lima oprasi tahunan yang digelar seperti operasi ketupat, operasi patuh, operasi zebra dan oprasi lilin. Khusus di Kukar razia dilakukan secara statis dan dinamis, dimana tempatnya berpindah-pindah dan waktunya yang mendadak alias tidak terjadwal.


"Oprasinya statis dan dinamis, menyesuaikan dengan kondisi dilapangan, ini untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan tingginya angka kecelakaan," ujarnya.


Erick menambahkan, untuk operasi simpatik tahun ini, seluruh jajaran satlantas akan dilibatkan termasuk yang bertugas di 18 Polsek berada di Kukar. Ia Juga dengan operasi itu nanti, adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dapat ditingkatkan sehingga diawasi atau tidak diawasi oleh petugas, masyarakat tetap tertib. Demi keselamatan pengendara itu sendiri.


"Kita akan mengedepankan langkah-langkah persuasif seperti himbauan dan teguran kepada pengendara," tuturnya.


Sementara itu, Eric tak menafik bila oprrasi simpatik ini juga ditujukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang berlakangan terus meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas, yang artinya jumlah kecelakaan meningkat dan berbanding lurus dengan jumlah korban jiwa yang tewas di jalan.


Dan menurutnya, ada sejumlah faktor sebagai penyebab utama kecelakaan yakni faktor manusia atau pengendara dimana pengendara tidak mematuhi rambu lalu lintas, ugal-ugalan dan berkendaran dengan kecepatan sangat tinggi. Faktor kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan seperti rem blong, kendaran susah dikendalikan dan kelebihan muatan. Sehingga di Kukar terdapat dua jalur yang rawan kecelakaan yakni jalan poros Samarinda-Balikpapan dan jalur dua Tenggarong Seberang menuju Samarinda.


"Ada juga kecelakaan dikarenakan jalan yang berlubang, akibat menghindari lubang malah tabrakan, tapi ada juga karena jalannya terlalu bagus akhirnya pengemudi ngebut dan kecelakaan," terangnya
(ruz)

Pasang Iklan Disini
Top