• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Kapolsek Tenggarong IPTU Rachmad Andika Prasetyo)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Asmilah Jumah, ibu rumah tangga yang menjadi korban penjambretan di lampu merah simpang tiga Jalan Pesut dan Jalan Belida, Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong sempat mengejar pelaku sampai Jalan Aji Masnandai, Kamis (8/4/2021).

Namun lanjut Asmilah, karena sempat terhalang mobil yang berada tepat di depannya, korban kehilangan jejak pelaku. Dan pengejaran itu dihentikan lantaran sekitaran jalan tersebut banyak kendaraan yang melintas. Korban takut terjadi kecelakaan saat mengejar pelaku, dirinya lebih memilih untuk melaporkannya ke Polsek Tenggarong.

"Biasanya kondisi di simpang tiga lampu merah Jalan Pesut dan Jalan Belida selalu ramai, karena di sekitaran kawasan tersebut ada warung makan yang ramai didatangi pengunjung. Tetapi saat kejadian itu sepi sekali tidak ada orang, cuma saya dan anak saya saja," tuturnya kepada awak media, Kamis (8/4/2021) kemarin.

Asmila Jumah mengaku, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Pada saat itu, ia bersama anaknya ingin pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Jalan Pesut. Ketika berhenti di simpang 3 lampu merah Jalan Pesut, tiba-tiba datang seorang laki-laki menggunakan sepeda motor dari arah belakang langsung mengambil dompet di kantong sebelah kanan saya. Pelaku pun langsung membawa lari dompet tersebut.

"Pas saya berhenti, langsung diambilnya dompet saya, kemudian pelaku belok ke arah Jalan Belida. Untuk isi dompet saya yang dijambret ada ATM, SIM, dan uang tunai Rp 4 juta," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tenggarong IPTU Rachmad Andika Prasetyo mengatakan, untuk peristiwa ini pelaku ini sepertinya sudah membuntuti dari awal kegiatan korban. Sehingga ketika melihat kesempatan dari belakang kemudian pelaku mengambil dompet korban.

"Tim gabungan dari Reskrim Polsek Tenggarong bersama Tim Alligator Polres Kukar sedang melakukan penyelidikan serta melakukan pengejaran terhadap pelaku jambret. Untuk ciri-ciri awal pelaku sudah didapati. Tapi, untuk persisnya masih dalam penyelidikan," terangnya kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (8/4/2021) kemarin.

Ia menambahkan, dengan adanya kejadian ini saya juga menghimbau kepada masyarakat Kukar, khususnya warga Tenggarong agar selalu waspada. Karena menjelang bulan puasa diperkirakan tingkat kriminalitas meningkat.

"Oleh karena itu, jika ingin berpergian, agar selalu memperhatikan barang-barang yang sedang dibawa. Jadi untuk warga Tenggarong, untuk selalu waspada dan tidak teledor dalam menyimpan barang-barangnya," tandasnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top