• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan kepada pemerintah pusat, mengenai pembangunan Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara harus memperhatikan perspektif lingkungan dan potensi kebencanaan, sehingga ibu kota baru benar-benar bebas dari ancaman banjir.

"Konsep smart city dan forest city atau the bush capital serta sekaligus dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan harus menjadi ciri istimewa dan menjadi model percontohan perkotaan modern. Yang terpenting adalah bebas dari banjir," katanya kepada awak media usai berkunjung ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadinata, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, Ibu Kota Baru sebagai smart City sangat penting menjadi kota terintegrasi yang mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) beserta teknologi internet untuk segala (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota. Yang didalamnya meliputi sistem informasi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum dan pelayanan masyarakat lainnya sehingga efektif dan efisien dalam pelayanan.

"Smart city harus menjadi pedoman pembangunan ibu kota baru. Smart city dicirikan dengan integrasi hal-hal yang bersifat pelayanan publik, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat bisa dilakukan secara satu pintu," jelas mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengunjungi areal calon Ibukota Negara (IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri LHK meninjau persiapan terkait kesiapan lahan dalam perspektif LHK yang akan dijadikan lokasi Pusat Gedung Pemerintahan di IKN dan melihat progres pembangunan Persemaian Modern di IKN.

Siti juga memeriksa progres pembangunan persemaian permanen seluas 120 hektare yang akan dibangun di kawasan IKN tepatnya di wilayah Kawasan Hutan Produksi Mentawir pada areal IUPHHK-HTI PT. Inhutani 1.

"Ini sejalan dengan konsep pembangunan sekaligus dengan pemulihan, " tandas La Nyalla Mattalitti. (One)

Pasang Iklan Disini
Top