• Jum'at, 05 Juni 2020
logo
Pasang Iklan



Belum genap tiga bulan sejak para Direksi Perusda Tunggang Parangan (TP) Kutai Kartanegara resmi dilantik Bupati Rita Widyasari pada akhir Januari 2015 lalu, kini manajemen Perusda TP yang notabenenya adalah perusahaan plat merah itu, mulai gerilya untuk membangun dan melanjutkan unit unit usaha yang telah ada. Hal ini diketahui, ketika Direktur Umum Driyono, SE. M.Si, Ak, dan Direktur Teknik dan Operasional Suratman Mustakim, ST melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Kutai Kartanegara, Selasa (17/3) lalu diruang Komisi III.

Firnadi Ikhsan, Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara mengatakan, pemanggilan para direksi Perusda TP ke DPRD agar mempresentasikan poin poin penting apa saja rencana program usaha yang akan dilakukan manajemen Perusda TP Kutai Kartanegara.

"Pertemuan itu untuk membahas soal kinerja TP, kita mau tau rencana bisnis mereka yang paling dekat di raih dan menguntungkan. dan versi mereka saat ini adalah menghidupkan kembali RPU (Rice Processing Unit ) Tenggarong Seberang," ungkap Firnadi Ikhsan.

Dikatakan Firnadi Ikhsan, alas an untuk menghidupkan kembali unit usaha RPU menurut manajemen Perusda TP adalah kaitannya dengan ketahanan pangan ketahanan petani di Kukar. Dan untuk menjalankan lagi usaha itu diperlukan suntikan dana.

"Menurut mereka (manajemen-red) diperlukan dana sekitar Rp2,5 miliar untuk menjalankan usaha RPU Tenggarong Seberang,"ujar Firnadi Ikhsan.

DPRD Kukar sendiri menurut Firnadi Ikhsan mengaku siap untuk memperjuangkan penyertaan modal untuk Perusda TP di anggaran perubahan nantinya.

"Apalagi RPU itu kan symbol kekuatan kita sejak dulu, bahwa kita lumbung padi dan petani harus sejahtera. Kendala TP saat ini gak ada dana buat kelola RPU, membeli gabah petani, kalau masuk akal dan menyakinkan akuntabel, pengelolaanya, Komisi III siap dukung permintaan Rp 2,5 M, dan kami yakin juga bupati pasti akan setuju."tutur Firnadi Ikhsan.

SIDAK KE RPU
Sementara pada Rabu (18/3) pagi, Wakil Ketua DPRD Kukar H Rudiansyah didampingi sejumlah anggota Komisi III sengaja melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke pabrik pengolahan beras yakni RPU di Tenggarong Seberang.
Hasil sidak tersebut diketahui bahwa mesin produksi beras RPU, masih bisa berjalan dengan baik tanpa ada pembenahan yang berarti.

"Dan ini sangat memungkinkan untuk kita dukung dapat penyertaan modal dari Pemkab Kukar di anggaran Perubahan 2015 nanti,"kata Firnadi Ikhsan.
(adv/boy)

Pasang Iklan Disini
Top