• Selasa, 15 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Keinginan masyarakat di sekitar Kecamatan Muara Badak, agar dapat dibangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan tersebut sepertinya tahun ini bakal segera terwujud.

Sebab Pemerintah Kabupaten Kukar cukup serius untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit di Muara Badak, ini dibuktikan pada Rabu 24 Maret 2021 lalu, Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin didampingi Sekda Kukar Sunggono, Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr. Martina Yulianti bersama pihak Kecamatan, Desa dan instansi terkait, mengadakan monitoring rencana lokasi pembangunan RSUD di Muara Badak.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr. Martina Yulianti, pihaknya baru melihat lokasi dan memilih tempat yang sesuai untuk dibangun Rumah Sakit Umum Daerah Di Kecamatan Muara Badak.

"Kami berharap jika rumah sakit di Muara Badak ini dibangun, maka masyarakat sekitar tidak perlu lagi berobat jauh ke Tenggarong maupun Samarinda, karena kalau warga Kukar berobat ke Kota lain itu kordinasinya agak susah, contoh rumah sakit di Samboja dibangun agar warga sekitar tidak harus ke Balikpapan," ungkap dr. Martina Yulianti.

Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, kami sudah mengunjungi 6 titik lokasi rencana pembangunan Rumah Sakit di Kecamatan Muara Badak dan ini menjadi pertimbangan, artinya kita ingin Rumah Sakit di Muara Badak bisa mengakomodir masyarakat sekitar terutama di Kecamatan Muara Badak, Marang Kayu dan Anggana.

"Dari 6 titik yang kami tinjau dengan di dampingi OPD terkait, Camat Muara Badak dan Marang Kayu serta hampir seluruh Kades di dua Kecamatan tersebut juga hadir dan ikut memberi pertimbangan, maka kami mengerucut di dua titik lokasi di dua Desa di Kecamatan Muara Badak, yakni Desa Tanjung Limau dan Desa Batu-Batu, jadi dua Desa ini kita akan lakukan feasibility study dan tadi juga sepakat apapun keputusan pemerintah daerah mereka mendukung untuk program rumah sakit tersebut," tutur Rendi Solihin.

Rendi berharap, paling lama minggu depan kita sudah dapat keputusan mengenai dimana titik lokasi untuk pembangunan rumah sakit di Muara Badak.

"Dari hasil kunjungan di dua Desa tersebut yakni Desa Tanjung Limau dan Desa Batu-batu masing-masing ada 3 titik yang memungkinkan untuk dibangun rumah sakit, namun kita sudah mengerucut di satu titik masing-masing kedua Desa tersebut untuk menjadi bahan kita, dan kita ingin perencanaan pembangunan ini dengan matang sehingga lokasi rumah sakit ini betul-betul mengakomodir juga pasien dari warga di Kecamatan Matang Kayu dan Anggana," jelasnya.

Rendi mengaku, pihaknya belum bisa mengambil keputusan terkait tipe Rumah Sakit yang akan dibangun di Muara Badak. Tapi kemungkinan besar tipe C, mengingat kondisi pembangunan kurang lebih sama seperti Rumah Sakit di Samboja dan Kota Bangun. 

"Terkait anggaran saya juga belum bisa memastikan karena harus memastikan lokasi terlebih dahulu. Tapi mereka akan tetap berpatokan pada APBD. Untuk saat ini yang penting ada Rumah Sakit terlebih dahulu, untuk pengembangan pasti akan tetap dilakukan ke depannya," sambungnya.

Karena bagaimanapun juga lanjut Rendi Solihin, tujuan selanjutnya pasti ingin klasifikasi dan kelas Rumah Sakit menjadi lebih besar. Agar bisa turut mengakomodir masyarakat yang lain secara luas.

"ntuk luas lahan yang diperlukan, saya pastikan paling kecil setidaknya 3 hektare, dan saya juga ingin kalau bisa jangan sampai ada tindakan pembebasan lahan," tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top