• Minggu, 20 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Kapolres Kukar didampingi Kasat Lantas, Kpolsek Tenggarong, Lurah Bukit Biru meresmikan Kampung Tertib Lalu Lintas Kelurahan Bukit Biru dan E-Form SIM Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan bagian dari program 100 hari kerja Kapolri dalam konsep "Presisi" yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparasi Berkeadilan. Transformasi menuju Polri yang Presisi menuntut dilakukannya perubahan yang meliputi transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik dan bidang pengawasan.

Transformasi ini pada akhirnya memicu lahirnya inovasi dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, termasuk peresmian Kampung Tertib Lalu Lintas dan E-Form SIM Kukar, yang digagas Satlantas Polres Kukar.

Hal ini diungkapkan Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting usai meresmikan Kampung Tertib Lalu Lintas Kelurahan Bukit Biru dan Lounching Inovasi bidang pelayanan publik Polres Kukar E-Form SIM Kukar, di Kelurahan Bukit Biru, Kamis (18/03/2021) pagi.

"Melalui program Kampung Tertib Lalu Lintas diharapkan masyarakat khususnya di Keluran dan Desa dapat menjadi penyangga utama dalam mewujudkan manusia yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dan program Kampung Tertib Lalu Lintas ini juga akan dapat menguatkan program PPKM Mikro yang menjadi kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19, " ungkapnya.

Sedangkan untuk E-Form SIM Kukar lanjut Kapolres, merupakan inovasi pendaftaran SIM secara online merupakan transformasi pada bidang pelayanan publik, yang memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Kukar AKP Creato Sonitehe Gulo menjelaskan, Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan program unggulan Korlantas Polri, jadi seluruh Satlantas di Indonesia wajib memiliki satu kampung yang menjadi program percontohan untuk pendidikan dini masalah tertib berlalu lintas, jadi kita memberikan edukasi dengan cara mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan lalu lintas itu sendiri.

"Kalau kita lihat mulai gapura depan itu ada kesepakatan warga, kemudian paling bawah itu perkara kecelakaan diutamakan penyelesaian untuk warga sendiri. Dan kita berusaha mewujudkan komunitas policing, jadi masyarakat jadi polisi untuk lingkungannya sendiri. Karena sebenarnya kan hukum itu sebagai ultimatum remedium, jadi itu upaya terakhir ketika masyarakat sudah tidak bisa mengatasi lagi baru ke hukum," terangnya.

Ia menambahkan, hal ini sedang kita upayakan jadi meningkatkan kekerabatan sekaligus meningkatkan kepedulian, dan contohnya ada beberapa point seperti kesepakatan warga, setelah pukul 8 malam tidak boleh ada anak-anak menggunakan motor di kampung sini dan yang menegakkan itu warga sendiri. Jadi kita berusaha meningkatkan partisipasi warga masyarakat secara aktif dalam peningkatan tertib berlalu lintas.

Terpisah Lurah Bukit Biru Muhammad Asri mengaku bersyukur daerahnya dipilih menjadi Kampung Tertib Lalu Lintas, mengingat kami tidak mengajukan tetapi ini memang betul hasil penunjukan dari Satlantas Polres Kukar, karena disini dianggap layak untuk dijadikan percontohan.

"Yang jelas mereka komunikasi dengan kami, kemudian kita juga berkomunikasi langsung dengan baik dari Kasatlantas juga dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda untuk perencanaan pencanangan ini dan semuanya sangat mendukung kegiatan itu dan kami akan menindaklanjuti apa yang menjadi program untuk kegiatan kedepannya," tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top