• Selasa, 22 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin)







SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Beberapa waktu lalu telah dilakukan Loading Test atau uji beban di Jembatan Pulau Balang, namun hal ini dinilai belum tepat dilakukan saat ini, karena jembatan ini belum operasional dalam waktu dekat dan masih tersisa persoalan yang belum rampung yakni pembangunan jalan pendekat.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin, saat dihubungi KutaiRaya.com, Kamis (18/03/2021).

"Loading test atau uji beban di Jembatan Pulau Balang saya kira langkah yang baik, hanya saja langkah yang baik ini belum tepat. Kenapa belum tepat, karena jembatan ini belum operasional, kecuali jembatan ini sudah operasional bisa di gunakan oleh masyarakat baru tidak ada masalah," ujar anggota DPRD Kaltim dari Dapil II Balikpapan ini.

Politisi PKB tersebut mengatakan, diluar daripada hal ini, dirinya mendorong semua pihak bersinergi mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota duduk satu meja untuk melahirkan kesepakatan bersama. Bagaimana caranya mendapatkan win-win solution untuk persiapan percepatan pembangunan jalan pendekat agar jembatan tersebut dapat digunakan.

"Jangan sampai masyarakat menganggap Jembatan abu nawas, bentang tengahnya ada jalan pendekatnya tidak ada," terangnya.

Dirinya juga menilai selaku Anggota DPRD Kaltim akan terus mendorong di Pemerintah untuk terus menggenjot penganggaran untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik jalan pendekatnya.

"Saya juga sebagai representatif rakyat Kaltim mengetuk pintu hati Jokowi memohon untuk memikirkan secara serius pembangunan jalan pendekat jembatan Pulau Balang tersebut," harapnya.

Ia menambahkan, tahun ini Pemprov Kaltim baru mengalokasikan anggaran Rp 10 Miliar untuk pembebasan lahan, jika tidak ada bantuan dari Pemerintah Pusat kemungkinan bertahun-tahun jembatan ini baru bisa operasional. (One/Adv)

Pasang Iklan Disini
Top