• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Acara Talkshow Kasih yang dilaksanakan Pemuda Desa Jongkang)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Setiap bulan Februari, pembahasan tentang Valentine Day atau Hari Kasih Sayang selalu beredar di media sosial. Perbincangan utamanya menyangkut bagaimana hukum merayakan Valentine Day bagi umat Islam.

Polemik atas perayaan yang jatuh setiap 14 Februari tersebut biasanya menyangkut apakah boleh atau malah haram bagi umat Islam ikut merayakan Valentine Day. Untuk itu para pemuda Desa Jongkang Kecamatan Loa Kulu pada 15 Februari 2021 lalu mengadakan Talkshow Hari kasih sayang (Valentine day) dalam perspektif islam.

Menurut Ketua Panitia Siti Fatimah, untuk konsep Talkshow ini kita adakan dengan santai dan lesehan, mengambil tempat di halaman Masjid At-Taqwa Desa Jongkang kecamatan loa kulu dan tetap menerapkan protokol kesehatan, diikuti 30 orang pemuda Desa Jongkang juga dihadiri perwakilan PKK, BPD Jongkang, Pemdes Jongkang, Karang Taruna, Bumdes serta Ketua Masjid At-Taqwa.

"Untuk judul kegiatan Talkshow ini yakni coklat...apakah hanya untuk hari ini ?, dan kami juga berharap semoga dengan acara ini, Irma At-Taqwa Desa Jongkang bisa menjadi pioner terdepan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kepemudaan, khususnya yang bertemakan Agama Islam, dan dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan kegiatan bertajuk islami, yang kebetulan termasuk salah satu hari besar Islam," terang Siti Fatimah.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Jongkang Achmad Rifani berharap, dengan adanya kegiatan yang positif ini kedepannya organisasi kepemudaan, khususnya Irma bisa terus melanjutkan inovasi dan kreativitas mereka di acara-acara kepemudaan.

Terpisah, narasumber kegiatan Talkshow Upik Agustiani Perdana mengaku, Hari kasih sayang atau valentine day adalah budaya barat. Kita harus mengerti bahwa kasih sayang yang seperti itu hukumnya haram karena sudah masuk mendekati dan berzina,

"Sementara kasih sayang yang ada dalam agama Islam, mengajarkan kasih sayang dalam bentuk kepedulian dan rasa hormat kepada muhrim kita seperti orang tua, saudara, dan kerabat kita yang diamalkan setiap harinya, dan bukan hanya karena hari hari tertentu saja," tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top