• Rabu, 23 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Meja hias hasil buah karya warga binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong ternyata mampu menghasilkan karya yang dapat dijual ke pasaran. Karya mereka pun berbagai macam seperti lemari, meja hias, kursi lipat dan lain-lain.

Bahkan karya mereka kursi lipat berbahan dari ulin sering di pesan dari luar Kaltim, terutama dari Angkatan Laut di Surabaya, dan untuk lemari dan lainnya juga ada yang pesan dari Tenggarong dan sekitarnya.

"Melalui media sosial kita dapat menjual hasil karya warga binaan keluar dan tentunya dapat bersaing, mengingat sudah banyak dari luar yang order ke kita," ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong Agus Dwirijanto kepada awak media belum lama ini.

Untuk pemesanan karya warga binaan lanjut Agus, bisa melalui akun Facebook Lapas Kelas IIA Tenggarong atau langsung menghubungi petugas, dan kami tunggu ada pemesanan baru dibuatkan karena mengingat tempat bengkel kita sangat terbatas dan untuk harga jual hasil karya warga binaan juga terjangkau, tergantung dari pesanan.

Agus Dwirijanto mengatakan, untuk warga binaan yang membuat hasil karya khususnya yang setiap hari berada di Bengkel Kerja (Bengkers), kita pilih dan telah menjalani pelatihan kemudian memenuhi syarat minimal sudah menjalani setengah dari masa pidana.

"Program ini bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan tersebut saat bebas nanti, dengan membekali keterampilan yang dapat mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya dan juga sebagai salah satu sarana pengisian waktu agar mereka tidak hanya berada di kamar hunian berdiam diri.Dan jangan melihat dari sisi buruknya para warga binaan saja tetapi kita di dalam juga berkarya," terangnya.

Ia menambahkan, untuk keterampilan warga binaan di Lapas Kelas IIA Tenggarong ada 26 kegiatan, seperti keterampilan barista, meubeler, las dan lainnya, kita juga ada kerjasama dengan PUPR dengan hasil karyanya salah satunya kursi lipat dan kanopi dari baja ringan, dan pada 2021 kerjasama pelatihan keterampilan dengan PUPR juga akan berlanjut.

Terpisah, Seorang warga binaan Kubeng asal Kecamatan Kota Bangun mengaku senang dengan adanya keterampilan meubeler ini, karena ia sebelumnya tidak memiliki keahlian dibidang meubeler, tentunya ini dapat bermanfaat untuk bekalnya saat bebas nanti.

"Kami disini ada 16 orang, dan saat ini sudah cukup banyak pesanan dan Alhamdulillah hasil karya kami ini untuk pemesan juga sangat puas, kita pun cukup senang mendapat pesanan selain mendapat honor juga keterampilan ini menjadi bekal saya saat bebas nanti, kalau bisa saya juga akan membuat usaha ini dari keterampilan yang saya dapatkan," tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top