Sektor Pertanian Kaltim Perlu Dukungan Pusat

Sektor Pertanian Kaltim Perlu Dukungan Pusat

ilustrasi pertanian
ilustrasi pertanian
Photo: ist

KutaiRaya.com - 18/06/2015 03:16 WITA
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (PTP) Kaltim, Ibrahim mengungkapkan, program pengembangan sektor pertanian Kaltim sangat membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Utamanya dalam pemenuhan ketersedian jaringan irigasi, baik untuk jaringan utama, maupun jaringan tersiernya.

"Permasalahan sekarang jaringan sekunder (bagian jaringan utama,Red). Makanya mohon dukungan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memenuhi ketersedian jaringan tersier dan skundernya,"sebut Ibrahim, di Samarinda, Selasa (16/6).

Sebagai contoh di wilayah Kabupaten Penajam Paser dan Kabupaten Peser yang merupakan lumbung pangan Kaltim. Sekitar 14 ribu hektare lahan pertanian pangan yang dikembangkan hanya bisa panen satu kali se tahun karena keterbatasan pasokan air.

Padahal kalau bisa memenuhi kebutuhan pasokan air diyakini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras Kaltim yang mencapai 60 ribu hingga 80 ribu ton.

"Makanya kita minta dukungan. Di sana sudah ada Bendungan Telake, tinggal butuh dukungan untuk pembangunan jaringan tersiernya,"katanya.

Jika terpenuhi, Ibrahim berharap sekaligus mendukung pengembangan program food dan rice estate (FRE). Mengingat, selain pengembangan padi, juga dikembangkan tanaman hortikultura seperti jeruk borneo prima dan pisang gepok. Maksudnya untuk antisipasi masuknya buah dari luar.

Secara terpisah, Bupati PPU, Yusran Aspar mengatakan sektor pertanian Kaltim jika dikelola intensif dengan dukungan irigasi teknis diyakini mampu memenuhi kebutuhan Kaltim. "Insya ALLAH bisa memenuhi kebutuhan Kaltim. Sumber arinya ada dan sudah ada DED atau bastek gambar kerjanya," akunya.

Pihaknya menilai semuanya sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan, yakni ada air, petani, dan lahannya. Bahkan lahannya sudah siap dan sawahnya sudah menghasilkan.

"Bendung Telake sudah disampaikan ke Dirjen Sumber Daya Air, kemudian Bappenas. Harapan kalau bisa terbangun pertanian di PPU bisa 3 kali se tahun. Saat ini kan hanya tadah hujan, sekali se tahun," ujarnya. (pk)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved