• Kamis, 04 Maret 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Wabup Kukar Chairil Anwar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Wakil Bupati Kukar Chairil Anwar mengatakan, berkaitan dengan penegakan protokol kesehatan kedepan akan kita masifkan, dan jika perlu akan represif, ini dilakukan karena trend pasca 1 Januari 2021 kasus Covid-19 di Kukar secara umum naik, jika terus mengalami kenaikan Pemeintah Kabupaten Kutai Kartanegara berencana berlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti di Kota Balikpapan.

"Sementara saat ini masih dilakukan tracking oleh teman-teman Sekertaris Satgas atau Kepala Dinas Kesehatan pada klaster perkantoran dan rumah tangga, kemudian ada beberapa pelaku UMKM seperti angkringan dan lainnya begitu petugas ada mereka taat kepada prokes namun jika petugas tidak ada maka mengabaikan prokes," ujarnya.

Kedepan menurutnya, nanti arahnya Satpol PP Kukar yang akan bergerak, kemudian juga berkaitan dengan kebijakan di internal kita para ASN akan diberlakukan kembali WFH dan WFO dengan perbandingan 25-75 persen dan akan kita perketat.

"Saya juga perintahkan Satpol PP Kukar pada jam dinas itu harus keliling, manakala ditemukan ASN yang berkeliaran mestinya mereka itu WFH namun ada di jalan maka laporkan kepada kita dan laporkan ke BKSDM, tentu ada tindakan sesuai regulasi yang berlaku berkaitan dengan prokes ASN," terangnya.

Ia menambahkan, selain itu dirinya juga akan melihat geliat UMKM di Kukar dan kita juga tidak menutup mata bahwa mereka juga mencari rezeki, dan masukan dari mereka pukul 21.00 WITA keatas itu justru pengunjungnya banyak kalau kita mengikuti pusat pukul 20.00 wita harus tutup. Jadi kasus per kasus kita lihat dulu, kita akan selalu koordinasi dengan teman-teman Satgas.

"Saat ini kesadaran masyarakat menurun, masih banyak yang berkerumun dan tidak menggunakan masker, untuk itu saya menghimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing," tandasnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top